Destinasi Wisata

Greenland Buka Bandara Baru untuk Dorong Pariwisata Global

Greenland Buka Bandara Baru untuk Dorong Pariwisata Global
Daftar Isi
  1. Pembukaan Rute Internasional Perdana
  2. Dinamika Politik dan Pengembangan Infrastruktur
  3. Pertumbuhan Pariwisata dan Kekhawatiran Lokal

Greenland resmi membuka bandara internasional baru guna menarik kunjungan wisatawan dari berbagai belahan dunia. Langkah ini merupakan bagian dari strategi wilayah Arktik tersebut dalam mengupayakan kemandirian masa depan dari Denmark.

Pembukaan Rute Internasional Perdana

Penerbangan internasional perdana yang menghubungkan Kopenhagen, Denmark, menuju Ilulissat, Greenland, mendarat pada Kamis (seperti dilaporkan The Independent Travel). Rute baru ini menjadi bagian dari strategi administrasi pulau tersebut untuk memperluas sektor pariwisata dan mendiversifikasikan ekonomi yang selama ini masih bergantung pada industri perikanan.

Ilulissat dikenal sebagai Kota Gunung Es dan terletak di pesisir barat dengan populasi sekitar 5.000 jiwa. Wilayah yang berada lebih dari 550 kilometer di utara ibu kota Nuuk ini merupakan salah satu destinasi paling populer, menawarkan berbagai daya tarik mulai dari tur kereta luncur anjing hingga pelayaran fyord es di Teluk Disko.

Sebelumnya, para pelancong yang ingin berkunjung ke Ilulissat harus menggunakan kapal pesiar, menaiki pesawat berukuran kecil dari Islandia, atau terbang melalui salah satu hub internasional Greenland dan melanjutkan penerbangan dengan pesawat kecil. Wilayah ini tidak memiliki akses jalan darat yang terhubung dengan kota-kota besar lainnya.

Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, menyebut fasilitas penerbangan baru tersebut sebagai salah satu investasi terbesar dalam sejarah pulau itu. Ia ikut serta bersama 168 penumpang lainnya dalam penerbangan berdurasi 4,5 jam menggunakan pesawat Airbus A330neo.

Menurut Nielsen sebelum lepas landas, jika Greenland ingin menjadi negara merdeka, wilayah tersebut harus memiliki fondasi yang kuat, baik dari sisi ekonomi maupun sektor industri dan bisnis.

Dinamika Politik dan Pengembangan Infrastruktur

Pulau strategis dengan populasi sekitar 56.000 jiwa ini sempat menjadi sorotan Presiden Donald Trump sejak masa jabatan pertamanya, ketika ia menyatakan minat untuk membeli Greenland. Ancaman berulang untuk mengambil alih wilayah dari Denmark yang merupakan sekutu NATO sempat menimbulkan gesekan di antara anggota NATO selama masa jabatan kedua Trump. Pada September lalu, Trump menyepakati perjanjian bersama para pemimpin Denmark dan Greenland untuk meningkatkan keamanan di kawasan Arktik dan Atlantik Utara.

Menteri Keuangan Denmark, Peter Hummelgaard, yang turut berada di dalam penerbangan perdana tersebut menyampaikan bahwa isu tersebut sempat menjadi bayang-bayang bagi Kerajaan Denmark dan khususnya Greenland. Pembukaan bandara internasional baru ini menurutnya membawa harapan dan optimisme.

Selama beberapa dekade, gerbang penerbangan internasional utama di Greenland berada di Kangerlussuaq dan Narsarsuaq yang merupakan bekas pangkalan militer AS peninggalan Perang Dunia II. Kondisi tersebut berubah pada akhir tahun 2024 ketika bandara internasional di Nuuk mulai beroperasi. Maskapai United Airlines tahun lalu juga mulai mengoperasikan rute musiman langsung antara Nuuk dan Newark, New Jersey, yang menjadi penerbangan langsung pertama dari Amerika Serikat ke Greenland oleh maskapai AS.

Bandara Ilulissat sendiri kini dilengkapi terminal seluas 5.000 meter persegi serta landasan pacu sepanjang 2.200 meter yang mampu menampung pesawat penumpang berbadan lebih besar. Air Greenland berkomitmen untuk menyediakan hingga enam penerbangan per minggu antara Kopenhagen dan Ilulissat pada musim panas tahun depan, sementara Icelandair juga berencana menerbangkan pesawat berbadan besar dari hub Keflavik milik mereka.

Jens R. Lauridsen selaku CEO Greenland Airports mengungkapkan bahwa perusahaan juga berupaya menarik maskapai penerbangan di Amerika Serikat dan daratan Eropa untuk melayani rute ke Ilulissat. Salah satu warga lokal sekaligus mahasiswa berusia 35 tahun asal Ilulissat, Kirsten Berthelsen, mengaku sangat terbantu dengan adanya penerbangan langsung tersebut karena sebelumnya perjalanan dari Nuuk dan negara lain tergolong sulit.

Pertumbuhan Pariwisata dan Kekhawatiran Lokal

Meskipun jumlah wisatawan internasional ke Greenland meningkat setidaknya 65 persen sejak 2018 hingga mencapai hampir 150.000 orang pada 2024, lonjakan perjalanan yang diharapkan belum sepenuhnya terwujud. Pada 2024, sektor pariwisata menyumbang kurang dari 5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) wilayah tersebut, sementara kapasitas infrastruktur termasuk hotel masih terbatas.

Carina Ren selaku Profesor Madya di Aalborg University yang mengkhususkan diri pada pariwisata Arktik menjelaskan bahwa perselisihan politik baru-baru ini sempat membuat sejumlah wisatawan AS mengurungkan niat berkunjung dan membatalkan penerbangan mereka. Ia mendengar ada wisatawan yang membatalkan pemesanan karena khawatir tidak akan disambut dengan baik, meskipun banyak warga Amerika tetap berkunjung terutama melalui kapal pesiar.

Di sisi lain, terdapat kekhawatiran dari masyarakat setempat terkait potensi pariwisata massal dan dampak kerusakan terhadap alam Greenland yang rapuh. Palle Jerimiassen selaku mantan wali kota regional menyatakan kekhawatirannya bahwa lingkungan, populasi, dan infrastruktur kota dapat kewalahan oleh jumlah pengunjung yang terlalu banyak.

Ia menyatakan bahwa wilayahnya menyambut semua wisatawan sebagai peluang untuk menghasilkan pendapatan baru, namun semua pihak harus tetap berhati-hati.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *