Strategi Paywall Luxury Escapes di Tengah Ancaman AI
CEO sekaligus Co-founder Luxury Escapes, Adam Schwab, membeberkan strategi keanggotaan berbayar dan penggunaan dinding pembayaran (paywall) resmi untuk melindungi harga mitra serta mempertahankan bisnis dari potensi gangguan kecerdasan buatan (AI). Perusahaan asal Australia yang berdiri sejak 2013 ini kini telah melayani lebih dari sembilan juta anggota di Australia, Amerika Serikat, Inggris, India, dan kawasan Asia.
Pentingnya Keanggotaan Berbayar dan Hubungan Langsung
Luxury Escapes mengoperasikan program loyalitas bernama Societe serta tingkatan berbayar khusus bernama LuxPlus. Schwab menjelaskan bahwa membangun hubungan langsung yang erat dengan pelanggan di industri perjalanan sangat menantang, mengingat konsumen dapat dengan mudah berpindah platform demi mendapatkan harga atau ketersediaan produk yang lebih baik. Namun, program loyalitas memungkinkan perusahaan untuk berkomunikasi lebih sering dengan pelanggan dan menawarkan jangkauan produk yang lebih luas, seperti pengalaman wisata di luar tiket pesawat dan penginapan.
Layanan LuxPlus yang ditawarkan seharga 175 dolar AS per tahun ditambah biaya pendaftaran memberikan dampak perubahan besar bagi operasional bisnis. Selain memberikan arus pendapatan yang stabil, program VIP ini memungkinkan Luxury Escapes menawarkan produk dengan harga khusus di balik paywall nyata. Menurut Schwab, banyak bisnis perjalanan lain hanya memiliki program keanggotaan formalitas yang tidak memberikan perlindungan penuh terhadap harga yang ditetapkan mitra.
Baca Artikel Lainnya
Model keanggotaan berbayar ini juga menciptakan efek jaringan dalam bisnis perjalanan. Semakin banyak anggota yang bergabung, semakin banyak akses produk yang bisa didapatkan perusahaan, yang pada akhirnya memberikan manfaat kembali kepada seluruh anggota.
Ancaman Agen AI bagi Platform Pemesanan
Terkait perkembangan teknologi, Schwab menilai sektor perjalanan sering kali terlalu tertutup dan kurang melakukan inovasi mendasar. Ia menyoroti kegagalan industri dalam menciptakan produk perencana perjalanan yang baik sebagai salah satu buktinya. Risiko besar yang dihadapi platform agen perjalanan daring (OTA) saat ini adalah sejauh mana agen AI dapat menggantikan peran perantara dalam pemesanan.
Schwab mengutip pernyataan Steve Hafner yang pernah menyebut Kayak pada dasarnya adalah “a layer of UX sitting on top of a bunch of data”. Kehadiran agen AI dinilai berpotensi mengubah sebagian besar lanskap pemesanan perjalanan. Dalam situasi ini, kepemilikan inventaris dan harga eksklusif serta kekuatan merek menjadi benteng pertahanan yang sangat krusial agar bisnis tidak terkomoditaskan oleh teknologi baru.
Pemaparan lengkap mengenai strategi perdagangan dan dampak AI ini akan disampaikan langsung oleh Adam Schwab dalam acara Skift Commerce Summit pada 11 November 2026 di Apella by Alexandria, New York City. Acara tersebut juga menghadirkan pemapar lain seperti Abhinav Anand dari Citi dan Cindy Estis Green dari Kalibri.


