Seorang remaja perempuan berusia 17 tahun asal Meksiko bernama Ángela Karime Venegas Hernández berhasil mencuri perhatian dunia lewat penemuan alat pemadam api berbasis gelombang suara. Berkat inovasi tersebut, ia sukses meraih medali emas dalam kompetisi International Science and Invention Fair (ISIF) yang diselenggarakan di Indonesia pada 14–16 Oktober 2026.
Cara Kerja dan Komponen Vortex Tech
Ángela menamai perangkat ciptaannya sebagai Vortex Tech, yakni sebuah alat yang mampu memadamkan api menggunakan gelombang suara berfrekuensi rendah tanpa membutuhkan air, busa, maupun bahan kimia.
Seperti dilaporkan Times of India, perangkat pemadam api ini tersusun dari beberapa komponen utama meliputi baterai 12 volt, generator frekuensi, amplifier, pengeras suara, corong, serta ember yang telah dimodifikasi menyerupai bentuk meriam.
Generator dalam alat tersebut bekerja dengan memproduksi suara berfrekuensi 30 hertz yang kemudian diubah oleh bagian corong menjadi gelombang akustik. Gelombang ini diarahkan melalui sebuah lubang di ujung perangkat sehingga menghasilkan pusaran udara berbentuk cincin atau vortex rings, yang berfungsi menggeser oksigen pemicu api hingga api tersebut padam.
Inspirasi Pembuatan Alat
Gagasan di balik penciptaan Vortex Tech bermula dari rangkaian eksperimen yang pernah dilakukan oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA). Di dalam eksperimen tersebut, sebuah meriam berdimensi empat meter terbukti mampu memadamkan api dengan memanfaatkan getaran suara.
Melihat keberhasilan itu, Ángela termotivasi untuk melakukan penelitian dan mengembangkan teknologi serupa dalam skala yang lebih kecil dan praktis. Ia membutuhkan waktu selama setahun penuh untuk merancang dan mengembangkan total lima prototipe sebelum akhirnya berhasil menyempurnakan alat pemadam api tersebut.








