Event & Budaya

Konser Kanye West dan JRF Buktikan Jakarta Jual Pengalaman

Konser Kanye West dan JRF Buktikan Jakarta Jual Pengalaman
Daftar Isi
  1. Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal
  2. Transformasi Ekonomi Pengalaman di Jakarta
  3. Dukungan Pemerintah dan Pengelolaan Kawasan

Kawasan Gelora Bung Karno (GBK) akhir pekan lalu dipadati puluhan ribu orang yang hadir untuk menyaksikan konser Kanye West serta mengikuti ajang Jakarta Running Festival (JRF). Kehadiran dua acara besar yang digelar pada 24 dan 25 Oktober 2026 tersebut menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dari sekadar berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan.

Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal

Pakar pariwisata Prof. Azril Azahari menilai penyelenggaraan konser bertajuk Ye Live in Jakarta dan ajang lomba lari JRF dengan waktu yang berdekatan merupakan langkah berani yang membawa dampak positif.

Menurut Azril dalam keterangannya kepada detikTravel pada Rabu (28/10/2026), konser musik internasional dan lomba lari mampu menjadi saluran ekonomi bagi banyak pihak, tidak hanya bagi pihak penyelenggara saja. Kegiatan tersebut memberikan dampak langsung kepada pekerja produksi, penyedia perlengkapan, vendor, desainer, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, hingga tenaga pengamanan.

Keramaian di kawasan GBK akhir pekan lalu turut membuka peluang ekonomi di sektor lainnya seperti penyedia transportasi, penginapan, makanan, serta berbagai kebutuhan pendukung bagi para pengunjung yang mengikuti rangkaian acara tersebut.

Transformasi Ekonomi Pengalaman di Jakarta

Dosen Universitas Indonesia, Danial Kesa, melihat fenomena akhir pekan di GBK yang dipenuhi berbagai acara sebagai sebuah perkembangan penting dalam konsep ekonomi pengalaman.

Danial menyatakan dalam keterangan resmi kepada detikTravel bahwa ibu kota tidak sekadar menawarkan tempat, melainkan pengalaman yang mampu mempertemukan unsur musik, olahraga, hiburan, dan gaya hidup dalam satu waktu.

Berdasarkan data yang dikutip dari CNNIndonesia, konser Ye Live in Jakarta pada pekan lalu sukses menarik 70 ribu penonton, dengan 25 ribu di antaranya merupakan wisatawan yang datang dari 80 negara. Sementara itu, laporan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebutkan bahwa ajang Jakarta Running Festival 2026 menghadirkan lebih dari 37 ribu pelari yang berasal dari berbagai daerah hingga lintas negara.

Dukungan Pemerintah dan Pengelolaan Kawasan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan dukungan penuh terhadap seluruh aktivitas di GBK pekan lalu melalui pengoptimalan layanan transportasi publik, penyesuaian jam operasional MRT, pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca, serta penyiapan ratusan fasilitas kesehatan guna menjamin keamanan, ketertiban, dan kenyamanan sesuai standar ajang olahraga internasional.

Deni menambahkan bahwa kepadatan aktivitas di GBK harus diimbangi dengan pengelolaan kawasan yang memadai, dengan menekankan pentingnya akses transportasi, faktor keamanan, serta kenyamanan bagi setiap pengunjung yang hadir.

Kawasan GBK diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai lokasi penyelenggaraan suatu acara, melainkan juga dapat bertransformasi menjadi pusat aktivitas perkotaan yang produktif, memberikan kenyamanan, serta menghasilkan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *