Chief Executive Officer United Airlines, Scott Kirby, menegaskan kembali keyakinannya bahwa rencana penggabungan usaha atau merger dengan American Airlines merupakan gagasan yang tepat. Dalam wawancara terbaru, Kirby menyebut para pengkritik gagal memahami visinya karena masih memandang industri penerbangan melalui sudut pandang komoditas tradisional.
Pandangan Kirby dan Reaksi American Airlines
Kabar mengenai rencana pendekatan Kirby kepada pemerintahan Donald Trump untuk membentuk maskapai nasional atau “flag carrier” Amerika Serikat mulai mencuat pada April 2026. Menurut versi cerita Kirby dalam wawancara dengan The Dallas Morning News, ia sempat berdiskusi dengan manajemen American Airlines sebelum berita tersebut bocor ke publik. Kirby mengklaim bahwa pihak American bersikap skeptis, namun tetap mendengarkan dan belum memberikan penolakan secara tegas saat itu.
Kirby mengaku terkejut ketika American Airlines kemudian merilis pernyataan publik yang menolak konsep merger tersebut, padahal ia sedang berkirim pesan singkat dengan CEO American, Robert Isom. Kirby menyayangkan kebocoran informasi tersebut dan menilai kritik yang muncul mengenai hambatan regulasi didasari oleh cara pandang konvensional. Ia menyatakan bahwa dirinya adalah satu-satunya orang yang tahu pasti mengenai rencana yang akan dijalankan.
Setelah penolakan publik dari American Airlines, Kirby berada di resor mewah Amangiri, Utah, saat sang istri sedang berada di spa. Di sanalah ia mulai menyusun pesan yang menjelaskan alasan di balik pentingnya merger tersebut, yang kemudian dipublikasikan secara daring. Keyakinan Kirby semakin menguat setelah sejumlah orang tak dikenal mendatanginya saat ia menonton pertandingan sepak bola anaknya di Dallas untuk menanyakan apakah rencana pembelian American benar-benar batal.
Tanggapan dan Perdebatan Regulasi
Kirby berpendapat bahwa kesepakatan tersebut akan menjadi hal yang sangat disukai oleh pelanggan karena tingginya keinginan konsumen terhadap layanan prima. Di sisi lain, muncul pandangan kritis bahwa penggabungan dua maskapai besar ini dapat menguasai sekitar 40 persen pangsa pasar di Amerika Serikat, yang pada akhirnya berpotensi mendongkrak harga tiket dalam jangka panjang.
Kirby sendiri sudah lama berpendapat bahwa tarif penerbangan di masa kini sudah terlalu murah dan kenaikan harga akibat lonjakan biaya bahan bakar akan terus bertahan. Mengenai hambatan hukum, Kirby bersikeras bahwa para pengkritik salah menilai potensi lolosnya persetujuan regulasi tersebut akibat menggunakan sudut pandang komoditas tradisional. Sementara itu, undang-undang antimonopoli yang berlaku di Amerika Serikat tetap dirancang untuk terus mendorong persaingan di antara perusahaan penerbangan.








