Koster Sebut Akses Kredit Kunci Pengembangan UMKM Bali

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan akses kredit menjadi salah satu kunci penting dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bali, mengingat keterbatasan modal masih menjadi kendala yang dihadapi pelaku usaha. Hal tersebut disampaikan Koster saat memberikan sambutan dalam Forum The International Fora for Kredit Program Pemerintah di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, pada Kamis.

Peran Strategis UMKM dan Tantangan Permodalan

Wayan Koster mengatakan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, menciptakan lapangan kerja, menyerap tenaga kerja lokal, serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah menghadapi dinamika pasar global. Menurut dia, penguatan akses pembiayaan perlu menjadi perhatian karena permodalan merupakan salah satu tantangan yang dihadapi UMKM untuk mengembangkan usahanya.

Ia menyatakan bahwa UMKM bukan sekadar sektor usaha, melainkan motor penggerak pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat serta pelestarian kearifan lokal di Provinsi Bali. Koster berharap penyelenggaraan forum tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap perkembangan UMKM, industri kecil dan menengah (IKM), serta koperasi di Bali, seraya mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang sangat mendukung pengembangan UMKM di Indonesia dan Bali.

Transformasi Ekonomi dan Ketahanan UMKM

Koster menjelaskan perekonomian Bali masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap sektor pariwisata yang kontribusinya mencapai lebih dari 62 persen, sehingga membuat perekonomian daerah rentan ketika terjadi guncangan seperti pandemi COVID-19 pada 2020 yang menyebabkan aktivitas ekonomi Bali terpuruk. Dalam situasi tersebut, UMKM, koperasi, dan IKM justru menjadi sektor yang mampu bertahan ketika banyak aktivitas ekonomi lainnya mengalami tekanan.

Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bahwa penguatan ekonomi kerakyatan diperlukan untuk membangun fondasi perekonomian Bali yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap pariwisata, Pemerintah Provinsi Bali menetapkan enam sektor unggulan dalam transformasi ekonomi daerah, yakni pertanian organik, kelautan dan perikanan, industri manufaktur dan industri berbasis budaya Bali, IKM-UMKM dan koperasi, ekonomi kreatif dan digital, serta pariwisata.

Melalui pengembangan sektor-sektor tersebut, pemerintah daerah berupaya memperkuat struktur dan fundamental ekonomi Bali dengan memanfaatkan potensi alam serta karakteristik ekonomi masyarakat setempat. Koster memaparkan ekonomi Bali pada 2025 tumbuh 5,82 persen dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai sekitar 7,05 juta orang, dan ia berharap penguatan program kredit pemerintah dapat memperluas kesempatan pelaku usaha memperoleh modal, meningkatkan kapasitas bisnis, serta mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.