Meskipun banyak orang menggunakan sedotan kertas dengan anggapan lebih ramah lingkungan daripada sedotan plastik, sebuah penelitian terbaru di Korea Selatan justru menemukan bahwa sedotan kertas berdampak lebih tinggi dalam sejumlah aspek.
Hasil Perbandingan Empat Jenis Sedotan
Berdasarkan laporan The Straits Times, penelitian dari Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan Korea Selatan melakukan perbandingan terhadap empat jenis sedotan, yang mencakup plastik konvensional, kertas, plastik biodegradable, serta bio-based polyethylene (bio-PE).
Para peneliti melakukan penghitungan dampak lingkungan dari keseluruhan proses, mulai dari tahap pengambilan bahan baku, produksi, penggunaan, hingga pembuangan akhir. Berdasarkan analisis tersebut, sedotan plastik konvensional ternyata mencatatkan dampak paling rendah dalam 10 dari total 16 kategori yang diteliti.
Dampak Karsinogenik dan Pengasaman
Salah satu temuan yang cukup mengejutkan menunjukkan bahwa dampak karsinogenik pada sedotan kertas tercatat 6,33 kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan sedotan plastik konvensional. Istilah karsinogenik sendiri merujuk pada potensi suatu bahan atau proses yang memiliki risiko kanker berdasarkan perhitungan ilmiah.
Selain itu, sedotan kertas juga memiliki dampak pengasaman lingkungan yang tercatat 2,04 kali lebih tinggi daripada sedotan plastik biasa. Di sisi lain, sedotan plastik biodegradable menunjukkan dampak karsinogenik 3,34 kali lebih tinggi serta dampak pengasaman 1,98 kali lebih tinggi, sementara jenis bio-PE bahkan mencatat dampak karsinogenik hingga 16,18 kali lebih tinggi.








