Travel News

Ulasan Kelas Bisnis Airbus A350-1000 Philippine Airlines

Ulasan Kelas Bisnis Airbus A350-1000 Philippine Airlines
Daftar Isi
  1. Pemesanan dan Pengalaman di Bandara Manila
  2. Kabin, Kursi, dan Fasilitas Pesawat
  3. Hiburan, Makanan, dan Kendala Wi-Fi
  4. Kinerja Awak Kabin dan Kesimpulan

Perjalanan kelas bisnis jarak jauh menggunakan armada terbaru Philippine Airlines, Airbus A350-1000, dari Manila menuju San Francisco menawarkan fasilitas kursi yang memukau dengan harga kompetitif. Namun, pengalaman secara keseluruhan menyisakan catatan terkait layanan awak kabin dan fasilitas yang tidak berfungsi optimal seperti dilaporkan oleh One Mile at a Time.

Pemesanan dan Pengalaman di Bandara Manila

Tiket penerbangan lanjutan dari Osaka melalui Manila menuju San Francisco ini dipesan dengan harga USD 1.746,63 atau setara dengan penukaran 116.442 poin Chase Ultimate Rewards. Sebelum naik ke pesawat, penumpang harus melalui pengalaman darurat di Terminal 1 Bandara Manila yang dinilai sangat buruk dan tidak nyaman oleh One Mile at a Time. Proses pemeriksaan keamanan terpusat untuk penerbangan tujuan Amerika Serikat berjalan cepat, meski area gerbang keberangkatan sangat padat dan kurang tertata.

Kabin, Kursi, dan Fasilitas Pesawat

Kabin kelas bisnis menampung 42 kursi dalam konfigurasi 1-2-1 yang membentang dari pintu pertama hingga kedua. Kursi menggunakan produk Collins Aerospace Elevation berjenis *reverse herringbone* yang dilengkapi pintu geser manual, menawarkan ruang privasi sangat baik dengan lebar 21 inci dan dapat diubah menjadi tempat tidur datar sepanjang 78 inci. Kursi ini juga dilengkapi layar sentuh 4K UHD 20 inci, pengisi daya nirkabel, beberapa kompartemen penyimpanan, serta soket listrik.

Meski demikian, One Mile at a Time mencatat bahwa kabin tidak menyediakan nosel udara individual dan tidak ada tempat penyimpanan di bagian tengah atas kabin. Perlengkapan tidur yang disediakan meliputi bantal empuk, selimut hangat, dan alas matras, sementara perlengkapan mandi dikemas dalam kantong khusus berisi produk L’Occitane dan kaus kaki.

Hiburan, Makanan, dan Kendala Wi-Fi

Sistem hiburan dalam penerbangan menyediakan beragam pilihan film dan acara televisi, meskipun tidak semeriah maskapai seperti Emirates atau Singapore Airlines. Kendala besar terjadi pada koneksi internet Viasat yang terpasang di pesawat karena tidak dapat dihubungkan sama sekali sepanjang penerbangan. Selain itu, sajian kopi cappuccino yang tertera di menu ternyata tidak tersedia bagi penumpang.

Layanan makan malam disajikan tidak lama setelah lepas landas dengan hidangan pembuka berupa salmon asap, diikuti menu utama halibut panggang, serta hidangan penutup kue mousse yoghurt jeruk. Makanan ringan tengah penerbangan berupa nasi dan daging sapi tapa dinilai jauh lebih lezat dibandingkan menu utama malam hari. Layanan sarapan menjelang mendarat di San Francisco menyajikan buah segar dan menu ayam adobo.

Kinerja Awak Kabin dan Kesimpulan

Awak kabin dinilai bersikap ramah namun kurang memiliki kehangatan dan perhatian yang tulus dibandingkan pengalaman penerbangan sebelumnya. Purser tidak menyapa penumpang satu per satu, dan awak kabin jarang memeriksa kebutuhan penumpang di antara waktu makan tanpa tombol pemanggil ditekan terlebih dahulu.

Penerbangan akhirnya mendarat mulus di Bandara Internasional San Francisco pada pukul 20.45 waktu setempat. Secara keseluruhan, produk fisik kelas bisnis Philippine Airlines ini merupakan peningkatan besar, namun maskapai perlu meningkatkan layanan dan konsistensi fasilitas agar dapat bersaing secara maksimal di tingkat global.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *