ITA Airways dan Archer Aviation menjalin kerja sama strategis untuk menghadirkan layanan taksi terbang elektrik di Italia. Proyek transportasi udara ini dirancang untuk memangkas waktu tempuh antara Bandara Fiumicino Roma dan pusat kota hingga hanya 10 menit.
Rencana Jaringan Taksi Terbang Elektrik
Kolaborasi tersebut akan mengandalkan armada pesawat lepas landas dan mendarat vertikal elektrik (eVTOL) Midnight buatan Archer. Layanan ini bertujuan menyediakan moda transportasi yang cepat, aman, berkelanjutan, serta minim kebisingan bagi para pelaku perjalanan.
Inisiatif serupa juga dikembangkan di berbagai belahan dunia oleh Archer Aviation bersama sejumlah maskapai global. United Airlines memegang perjanjian pembelian bersyarat hingga 200 unit pesawat dan bekerja sama untuk rute penghubung bandara New York, mencakup penerbangan antara Manhattan dan bandara JFK, Newark, serta LaGuardia. Sementara itu, Southwest Airlines menandatangani nota kesepahaman untuk menyusun rencana operasional jaringan taksi terbang di bandara-bandara California yang mereka layani.
Ekspansi Global Armada Midnight
Di Jepang, usaha patungan Japan Airlines dan Sumitomo Corporation bernama Soracle telah mengamankan hak bersyarat guna memesan hingga 100 unit pesawat Midnight. Pembelian potensial tersebut bernilai sekitar 500 juta dolar Amerika Serikat.
Maskapai Korean Air turut meneken perjanjian yang mempertimbangkan pemesanan hingga 100 unit pesawat, yang pada tahap awal difokuskan untuk kebutuhan pemerintah. Di sisi lain, grup perjalanan di balik maskapai IndiGo yaitu InterGlobe Enterprises mengumumkan rencana pembiayaan hingga 200 unit pesawat untuk operasional di India, dengan fokus awal di wilayah Delhi, Mumbai, serta Bengaluru.








