Tokoh

Proyek LNG Texas Rp134 T Milik Sharad Tak Kantongi Izin AS

Proyek LNG Texas Rp134 T Milik Sharad Tak Kantongi Izin AS
Daftar Isi
  1. Mengenal Proyek ST LNG Texas
  2. Persetujuan Pemerintah AS
  3. Dampak Ekonomi bagi Amerika Serikat
  4. Peluang Perdagangan Energi India-AS
  5. Profil Sharad Tak dan Rencana Operasional

Pengusaha asal India-Amerika, Sharad Tak, mencapai tonggak penting dalam proyek energi senilai 8,2 miliar dolar AS di Texas. Perusahaannya, ST LNG, telah memperoleh izin federal Amerika Serikat untuk membangun fasilitas ekspor gas alam cair atau LNG di lepas pantai Texas, yang diumumkan oleh pemerintah AS pada 28 Oktober 2026.

Mengenal Proyek ST LNG Texas

Fasilitas ST LNG Texas akan berlokasi sekitar 10,4 mil dari lepas pantai Matagorda, Texas, atau sekira 100 mil di barat daya Houston. Perusahaan berencana membangun pelabuhan laut dalam yang mampu memproduksi dan mengekspor 8,4 juta metrik ton LNG setiap tahunnya.

Fasilitas ini akan dilengkapi dengan empat unit pengolahan LNG, di mana masing-masing unit menghasilkan sekitar 2,1 juta metrik ton per tahun. LNG sendiri merupakan gas alam yang didinginkan hingga berubah menjadi cair agar lebih mudah diangkut menggunakan kapal besar, untuk kemudian diubah kembali menjadi gas di negara tujuan bagi kebutuhan rumah tangga, bisnis, dan industri.

Persetujuan Pemerintah AS

Pada 28 Oktober, Menteri Transportasi AS Sean Duffy mengumumkan bahwa Administrasi Maritim atau MARAD telah menyetujui permohonan izin pelabuhan laut dalam perusahaan tersebut. Badan tersebut merampungkan kajian lingkungan dalam waktu 410 hari, yang menurut Departemen Transportasi AS memakan waktu sekitar 70 persen lebih cepat dibandingkan kajian-kajian sebelumnya.

Persetujuan ini menjadi langkah krusial bagi ST LNG, meski belum berarti pembangunan fisik telah dimulai. Perusahaan masih harus mengatur pendanaan dan mengamankan pelanggan sebelum melanjutkan proyek tersebut.

Dampak Ekonomi bagi Amerika Serikat

Proyek LNG Texas senilai 8,2 miliar dolar AS ini berpotensi mendatangkan lapangan kerja baru serta investasi ke Amerika Serikat. Menurut Departemen Transportasi AS, fasilitas tersebut diperkirakan mendukung sekitar 2.000 pekerjaan konstruksi dan menyediakan hingga 855 pekerjaan permanen setelah beroperasi.

Proyek ini juga dapat meningkatkan kapasitas ekspor LNG Amerika sekitar 7 persen hingga 9 persen. ST LNG turut berencana membangun fasilitas penyimpanan dan pemuatan di lepas pantai guna menjauhkan kapal-kapal LNG besar dari pelabuhan darat yang sibuk, sehingga dapat menekan lalu lintas kapal dan meningkatkan keselamatan.

Peluang Perdagangan Energi India-AS

Inisiatif ini berpeluang membuka peluang baru dalam perdagangan energi antara India dan Amerika Serikat. India membutuhkan gas alam untuk sektor industri, pembangkit listrik, serta keperluan lainnya, sekaligus ingin mendiversifikasi pasokan energi agar tidak terlalu bergantung pada satu pasar tunggal. ST LNG tengah mencari pembeli jangka panjang di Asia dan Eropa, di mana perusahaan energi India berpotensi menjadi pelanggan di masa depan.

Jika kesepakatan dengan pembeli asal India terwujud, proyek ini dapat membantu meningkatkan ekspor LNG AS ke India. Kendati demikian, potensi penjualan tersebut belum dapat dianggap sebagai kesepakatan final hingga perusahaan mengumumkan kontrak yang telah ditandatangani.

Profil Sharad Tak dan Rencana Operasional

Sharad Tak lahir di Jodhpur, Rajasthan, pada tahun 1944. Ia menempuh studi teknik elektro di IIT Bombay sebelum hijrah ke Amerika Serikat pada 1966 dan meraih gelar master ilmu komputer dari University at Buffalo. Memulai karier di bidang teknologi, ia mendirikan beberapa bisnis termasuk perusahaan yang menyediakan layanan teknologi bagi badan pemerintah AS seperti NASA, sebelum akhirnya merambah ke sektor energi, manufaktur, dan real estat.

Dari sisi lini masa, ST LNG menargetkan untuk mengambil keputusan investasi final pada pertengahan hingga akhir tahun 2027. Departemen Transportasi AS menyebut tahun 2029 sebagai perkiraan tanggal dimulainya operasional, sementara pihak ST LNG mengindikasikan operasional komersial dapat dimulai sekitar pertengahan tahun 2030, tergantung pada pendanaan, kesepakatan pelanggan, dan progres konstruksi.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *