Program loyalitas Flying Blue dari Air France-KLM baru saja menerapkan penurunan nilai program (devaluasi) yang membuat biaya kontribusi untuk bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) mengalami lonjakan. Melalui kebijakan senyap ini, maskapai menaikkan biaya kontribusi SAF sekaligus memangkas kemudahan bagi anggota untuk mengumpulkan status elite secara lebih cepat.
Kenaikan Biaya Kontribusi SAF dan Penurunan Nilai XP
Status elite Flying Blue dinilai memiliki banyak keunggulan, tidak hanya menawarkan fasilitas SkyTeam Elite Plus tetapi juga keuntungan khusus maskapai seperti akses ketersediaan tiket penghargaan yang lebih luas. Perolehan status elite dihitung berdasarkan konsep XP atau “experience points” yang dikumpulkan anggota. Sebelumnya, salah satu inovasi menarik dari Flying Blue adalah kemampuan mengumpulkan XP melalui kontribusi lingkungan. Anggota bisa mendapatkan satu XP untuk setiap 2.000 mil yang disumbangkan ke berbagai proyek lingkungan, serta satu XP per 10 euro yang disumbangkan untuk pembelian bahan bakar penerbangan berkelanjutan guna mengimbangi emisi penerbangan.
Namun secara tiba-tiba, Flying Blue menaikkan biaya pembelian SAF yang berdampak langsung pada perolehan XP. Berdasarkan ketentuan baru, anggota kini harus mengeluarkan kontribusi sebesar 15 euro untuk mendapatkan satu XP, naik dari ketentuan sebelumnya yang hanya 10 euro. Kenaikan biaya sebesar 50 persen dalam semalam ini dinilai sangat memberatkan. Selain itu, kebijakan ini menghilangkan sistem pembulatan, sehingga pada penerbangan jarak pendek kelas ekonomi, anggota mungkin tidak mendapatkan XP sama sekali jika kontribusinya bernilai 14 euro, dan baru memperoleh satu XP jika kontribusinya mencapai 28 euro.
Tren Penurunan Nilai Program Flying Blue
Kebijakan terkait SAF ini menambah daftar panjang tren negatif bagi nilai keseluruhan program Flying Blue bagi para anggota elite dalam setahun terakhir. Anggota Platinum Flying Blue kini harus membayar ekstra jika ingin memesan kursi suite kelas bisnis baris depan, alih-alih mendapatkannya secara gratis. Devaluasi signifikan juga terjadi pada miles Flying Blue dengan diperkenalkannya tarif “Light” yang membuat pelanggan harus membayar lebih demi mendapatkan fasilitas yang sama. Selain itu, biaya penukaran tiket kelas satu La Premiere melonjak drastis meskipun terbatas untuk anggota Platinum ke atas.
Di sisi lain, nilai status Platinum Flying Blue sebenarnya menjadi lebih berharga dari waktu ke waktu, tetapi sebagian besar melalui langkah-langkah yang bersifat punitif. Anggota Platinum mendapatkan akses ke lebih banyak ruang penghargaan kelas bisnis jarak jauh dan sebagian besar terhindar dari devaluasi tarif “Light” karena tetap memiliki fleksibilitas serta akses lounge. Kenaikan biaya kontribusi SAF ini memunculkan pertanyaan mengenai apakah manajemen Flying Blue berasumsi bahwa anggota akan tetap membeli SAF pada tingkat yang sama seperti sebelumnya.
Meskipun demikian, sebagian kalangan masih menilai status Platinum Flying Blue memberikan nilai tersendiri di tengah semakin sulitnya mencari ketersediaan tiket kelas bisnis jarak jauh melalui program lain. Dinamika ini mencerminkan realitas program loyalitas poin dan miles secara luas yang semakin sulit dipertahankan, seiring langkah bisnis yang berorientasi profit.








