Travel News

Pesawat Terbesar Dunia Terjebak di Bandara Suvarnabhumi

Pesawat Terbesar Dunia Terjebak di Bandara Suvarnabhumi
Daftar Isi
  1. Kronologi Pesawat Emirates Terjebak
  2. Penyebab Ambles dan Perbaikan Darurat
  3. Insiden Serupa Sebelumnya

Sebuah pesawat penumpang terbesar di dunia jenis Airbus A380 milik maskapai Emirates terjebak di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand. Peristiwa tersebut terjadi setelah bagian *taxiway* atau jalur penghubung di bandara itu mengalami ambles akibat hujan deras.

Kronologi Pesawat Emirates Terjebak

Insiden bermula pada Senin (2/11) menyusul hujan lebat dan banjir yang melanda kawasan sekitar bandara. Pesawat Emirates dengan nomor penerbangan EK373 tersebut sedang bersiap terbang menuju Dubai, seperti dilaporkan oleh Travel – Detikcom mengutip *Thai PBS* pada Kamis (5/11/2026).

Sekitar pukul 21.11 waktu setempat, pesawat tidak bisa melanjutkan pergerakannya saat berada di *Taxiway* nomor E21, yang merupakan jalur bagi pesawat untuk bergerak antara landasan pacu dan area parkir. Pihak bandara lantas meminta bantuan Bangkok Flight Services (BFS) selaku perusahaan yang menangani layanan darat.

Kendaraan penarik kemudian dikerahkan untuk menarik pesawat berbadan lebar itu dari lokasi kejadian. Setelah kurang lebih satu jam penanganan, pesawat berhasil dipindahkan pada pukul 22.18 waktu setempat dan melanjutkan penerbangan ke Dubai pada pukul 22.22 waktu setempat.

Penyebab Ambles dan Perbaikan Darurat

Pemeriksaan teknis pasca-kejadian oleh petugas bandara mendapati adanya kerusakan pada sejumlah bagian permukaan *Taxiway* E21. Pihak bandara menduga kerusakan disebabkan oleh hujan deras berkepanjangan serta banjir di kawasan sekitar, di mana air yang terkumpul di bawah permukaan tanah melemahkan struktur jalur tersebut sehingga tidak mampu menahan beban ketika dilintasi pesawat berbobot sangat besar.

Bandara Suvarnabhumi langsung melakukan perbaikan darurat berupa perbaikan dan pelapisan ulang dengan aspal pada area *taxiway* yang rusak. Jalur tersebut juga memerlukan waktu agar material perbaikan dapat mengeras sebelum kembali digunakan, dengan penutupan yang dijadwalkan berlangsung hingga Jumat (6/11/2026) pagi.

Sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi dampak terhadap penerbangan, pengelola bandara menyiapkan jalur alternatif, termasuk bagian baru dari *Taxiway* D yang menunggu persetujuan keselamatan Otoritas Penerbangan Sipil Thailand. Pengaturan pergerakan pesawat juga dikoordinasikan bersama Aeronautical Radio of Thailand (Aerothai) agar dua landasan pacu yang tetap beroperasi mampu menangani lalu lintas tanpa penundaan besar.

Insiden Serupa Sebelumnya

Sebelum kejadian yang menimpa Emirates, insiden serupa sempat terjadi di Bandara Suvarnabhumi pada 28 Oktober. Sebuah pesawat Boeing 737-800 milik China Airlines dengan nomor penerbangan CI840 tujuan Kaohsiung, Taiwan, mengalami masalah pada roda pendaratan utamanya yang terjebak di permukaan rusak dekat Runway 02R.

Peristiwa tersebut menyebabkan pesawat tidak dapat bergerak dan menghambat empat pesawat lain di belakangnya, sehingga petugas harus menggunakan kendaraan penarik untuk memindahkan pesawat-pesawat itu ke jalur alternatif. Gangguan tersebut mengakibatkan lima penerbangan mengalami keterlambatan sekitar dua jam.

Munculnya dua kejadian dalam kurun waktu kurang dari sepekan membuat kondisi permukaan landasan dan *taxiway* di bandara internasional utama Thailand ini menjadi sorotan. Pemerintah Thailand meminta agar perbaikan dipercepat, disertai janji pemeriksaan serta pemeliharaan tambahan guna mencegah terulangnya kerusakan serupa di masa mendatang.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *