Malaysia Perkuat Pariwisata dan Perdagangan Lewat BRICS
Malaysia memperkuat keterlibatan ekonomi dan pariwisata dengan sejumlah negara anggota serta mitra BRICS seiring lonjakan perdagangan multilateral pada tahun 2026. Pertumbuhan ini mencakup kerja sama strategis dengan China, India, Brazil, Rusia, Afrika Selatan, Indonesia, Ethiopia, Iran, dan Mesir untuk mendiversifikasi pasar ekspor dan menarik investasi.
Pertumbuhan Perdagangan dan Sektor Pariwisata
Berdasarkan data yang disampaikan oleh Deputi Menteri Luar Negeri Datuk Lukanisman Awang Sauni di Dewan Rakyat pada 29 Oktober, seperti dilaporkan Travel And Tour World, total perdagangan Malaysia dengan blok BRICS mencapai RM481,02 miliar pada paruh pertama 2026. Angka tersebut mencatat peningkatan sebesar 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang bernilai RM400,73 miliar. Total perdagangan secara keseluruhan dengan BRICS sendiri sempat menyentuh angka RM846,05 miliar sepanjang tahun 2025.
Ekspor Malaysia ke negara-negara BRICS meningkat 17,4 persen menjadi RM181,40 miliar, sementara impor naik 21,7 persen menjadi RM299,62 miliar. China, India, dan Indonesia memegang porsi terbesar dengan menyumbang sekitar 90 persen dari total perdagangan Malaysia dengan blok tersebut. Pemerintah Malaysia menegaskan bahwa kemitraan ini bersifat melengkapi perjanjian perdagangan bilateral yang sudah ada, sekaligus membuka peluang bagi sektor pariwisata, pendidikan, kesehatan, serta jasa bernilai tinggi lainnya.
Baca Artikel Lainnya
- Tren Wisata Kuliner Baru, Wisatawan Kini Suka Berburu dan Meramu Makanan ›
- Kunjungan Wisman ke Bali Stabil 19-24 Ribu per Hari ›
- Kampanye Iklan Walmart dan Peluang Disney untuk The Muppets ›
- Laporan TEA 2025: Kehadiran Disney World Turun Tipis ›
- Bunga Edelweis di Gunung Ciremai Gosong Jadi Arang ›
- Aturan Bea Cukai India Membawa iPhone dari Luar Negeri ›
Strategi Diversifikasi dan Kerja Sama
Pemerintah Malaysia menyelaraskan langkah ekspansi ekonomi ini dengan kerangka Ekonomi Madani, Rencana Induk Industri Baru 2030, dan Peta Jalan Transisi Energi Nasional. Sektor semikonduktor, infrastruktur digital, teknologi hijau, serta energi terbarukan menjadi prioritas utama untuk memperkuat ketahanan rantai pasok domestik dan menarik investasi asing.
Selain sektor manufaktur dan komoditas, penguatan hubungan komersial ini diharapkan mampu mendorong perjalanan bisnis, pertukaran budaya, serta kunjungan wisata dari berbagai negara mitra. Upaya ini juga didukung oleh wacana penggunaan mata uang lokal dalam penyelesaian transaksi guna menekan biaya pertukaran mata uang dan mengurangi ketergantungan pada mata uang perantara.


