Travel News

Landasan Pacu Bandara Suvarnabhumi Ambles, Pesawat China Airlines Terjebak

Landasan Pacu Bandara Suvarnabhumi Ambles, Pesawat China Airlines Terjebak

Sebuah pesawat milik China Airlines terjebak setelah permukaan landasan pacu Bandara Internasional Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand, mengalami penurunan atau ambles pada Rabu malam, 28 Oktober 2026. Berdasarkan laporan Bangkok Post dan The Nation Thailand, peristiwa tersebut terjadi pukul 19.20 waktu setempat di landasan pacu 02R saat pesawat bersiap untuk lepas landas.

Kronologi Evakuasi dan Penanganan Penumpang

Pesawat Boeing 737-800 yang mengarah ke Kaohsiung, Taiwan, tersebut tidak mampu melanjutkan pergerakan akibat roda pendaratannya terperosok pada bagian landasan yang rusak. Di dalam pesawat terdapat 116 penumpang beserta delapan awak kabin. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat tanpa adanya laporan korban luka.

Petugas bandara memerlukan waktu sekitar lima jam guna mengevakuasi pesawat dari titik kejadian. Sebagai tindak lanjut, pihak maskapai China Airlines menyiapkan penerbangan pengganti bagi para penumpang terdampak, lengkap dengan fasilitas akomodasi hotel, makanan, serta minuman selama masa tunggu keberangkatan.

Dampak Operasional dan Investigasi Kerusakan

Menurut Travel – Detikcom, insiden ini memicu gangguan operasional penerbangan di Bandara Suvarnabhumi. Setidaknya lima penerbangan terjadwal mengalami keterlambatan, mencakup layanan dari China Airlines, Thai Airways, dan Vietjet. Sebanyak empat pesawat yang berada tepat di belakang armada China Airlines juga tertahan dan tidak bisa melanjutkan perjalanan menuju jalur terbang.

Petugas kemudian mengerahkan kendaraan penarik guna memindahkan pesawat agar bisa melewati jalur alternatif menuju landasan pacu lain. Pihak Airports of Thailand (AOT) bersama Aeronautical Radio of Thailand (AEROTHAI) langsung berkoordinasi mengatur alur pergerakan pesawat demi menekan dampak gangguan terhadap para penumpang.

Wakil Menteri Transportasi Thailand, Siripong Angkasakulkiat, menyatakan bahwa titik landasan yang rusak telah menjalani perbaikan sementara. Hasil investigasi awal mengindikasikan kerusakan landasan dipicu oleh curah hujan ekstrem, genangan air, serta naiknya permukaan air tanah yang melemahkan lapisan tanah dan struktur pendukung landasan maupun jalur taksi ketika menahan beban pesawat.

Pemerintah setempat turut mendalami potensi keterkaitan antara kerusakan tersebut dengan peristiwa banjir besar yang baru-baru ini melanda kawasan sebelah timur Bangkok. Kendati demikian, penyebab pasti insiden masih menunggu kelanjutan hasil pemeriksaan teknis.

Peristiwa ini menjadi sorotan mengingat Bandara Suvarnabhumi di Provinsi Samut Prakan seluas 3.520 hektare merupakan salah satu pusat penerbangan internasional utama di Asia Tenggara. Berdasarkan data perusahaan analisis penerbangan Inggris, OAG, bandara yang melayani rute penghubung Asia dan Eropa ini untuk pertama kalinya masuk dalam daftar sepuluh hub internasional tersibuk di dunia pada Oktober 2026 dengan kapasitas sekitar 2,76 juta kursi penerbangan internasional.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *