Jejak Soekarno di Makam Imam Al Bukhari Uzbekistan
Kompleks makam Imam Al Bukhari di Samarkand, Uzbekistan, menjadi salah satu destinasi wisata religi yang menyimpan nilai sejarah penting bagi Indonesia. Tempat peristirahatan ulama besar perawi hadis tersebut memiliki ikatan historis yang erat dengan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.
Galeri Memorial Soekarno Hall
Seperti dilaporkan Okezone, hubungan bersejarah kedua negara tersebut dirangkum dalam Soekarno Hall, sebuah ruang memorial yang dikelola oleh Imam Bukhari International Scientific Research Center (IBSRC). Peresmian ruang memorial ini dilaksanakan pada 4 September 2026, bertepatan dengan peringatan 70 tahun kunjungan kenegaraan perdana Soekarno ke Uzbekistan.
Baca Artikel Lainnya
- Rekomendasi Lokasi Penginapan di Sekitar Taman Nasional AS ›
- Panduan Wisata 3 Hari Menjelajahi New York City ›
- Menjelajah Keindahan Musim Gugur di Veluwe Belanda ›
- Menikmati Sunset Pantai Double Six Bali dengan Suasana Santai, dan Pesona Pantai Favorit Wisatawan ›
- Pura Uluwatu dan Tari Kecak: Jadwal, Harga Tiket, dan Pengalaman Menikmati Sunset Paling Ikonik di Bali ›
- Museum Puri Lukisan, Tempat Saya Belajar Bahwa Ubud Tidak Hanya Tentang Sawah dan Kafe ›
Di dalam Soekarno Hall, para pengunjung dapat menyaksikan berbagai dokumentasi sejarah perjalanan Soekarno di Uzbekistan. Koleksi yang dipamerkan mencakup foto-foto langka, memoar, dokumen tulisan tangan, hingga arsip digital dari era Uni Soviet.
Sejumlah koleksi tersebut mendokumentasikan peran serta upaya Soekarno dalam mendorong restorasi dan pemugaran kawasan makam Imam Al Bukhari. Keberadaan ruang memorial ini kini menjadi daya tarik tambahan di kompleks tersebut, khususnya bagi wisatawan asal Indonesia yang ingin mempelajari lebih dekat jejak diplomasi dan hubungan historis kedua negara.


