10 Referensi Hotel 200 Ribuan di Ubud, Bali yang Nyaman dan Lokasinya Strategis
Hotel 200 Ribuan di Ubud — Kendala “bugdet” memang selalu menjadi hal yang paling sering banget terjadi ketika kamu mau liburan di Bali.
Streotype-nya wisata mahal.
Pedahal ada banyak tempat sih yang terbilang cukup ramah kantong, ekonomis malah. Seperti yang pernah kita bahas sebelumnya yaitu Hostel Backpacker di Canggu ataupun Hostel Dekat Beach Club Seminyak yang juga masih terbilang murah banget.
Tergantung kamu maunya di kawasan yang mana.
Harga kamar hotel yang rendah atau murah tidak selalu berarti kompromi besar pada kenyamanan. Sebagai kawasan wisata, fasilitas dan kenyamanan penginapan pasti selalu menjadi perhatian utama.
Terlepas itu hotel mewah ataupun yang menengah kebawah.
Kalau bagus, ya bakalan datang lagi pengunjung/ tamunya.
Marketing dari mulut ke mulut lebih ngeri effectnya. Review orang yang pernah menggunakannya di dunia maya (media sosial atau market web) juga menjadi pertimbangan orang-orang untuk mencoba nginap di tempat tersebut.
Kalau ada review yang jelek, calon tamu mikir dua kali buat reservasi.
Artinya, dengan budgre mulai Rp200 ribuan per malam, kamu tetap punya peluang besar mendapat kamar ber-AC, kolam renang kecil di tengah taman, sarapan ala rumah, dan staf yang menyapa dengan nama.
Pada artikel kali ini, saya akan susun daftar penginapan dengan harga 200 ribuan di kawasan Ubud, Bali.
Perlu dicatat, harga Rp200 ribuan ini biasanya adalah tarif dasar (rate awal) untuk kamar standar di hari biasa (weekday) dan musim sepi. Saat high season, long weekend, atau musim perayaan seperti Nyepi dan tahun baru, harga bisa naik cukup signifikan — jadi anggap angka di bawah ini sebagai patokan, bukan janji mutlak.
Sebelum Memilih Hotel 200 Ribuan di Ubud

Begitu murah, otw langsung pesan?
Bukan begitu konsepnya.
Kamu juga wajib memperhatikan beberapa hal detail agar nantinya kamu tidak kecewa ketika hotel yang kamu pesan tidak sesuai dengan ekspektasi kamu.
Meskipun murah, kamu juga perlu mendapatkan kenyamanan dan keamanan selama nginap di hotel tersebut, jangan asal sembarang pesan.
Dapatnya malah hotel dengan rating jelek banget.
Sebelum masuk ke daftar, ada beberapa hal yang membedakan satu penginapan budget dengan yang lain, meski sama-sama dibanderol 200 ribuan:
Lokasi menentukan segalanya
Penginapan di Jalan Hanoman atau Monkey Forest biasanya bisa dijangkau jalan kaki ke pusat Ubud, tapi otomatis lebih ramai dan agak berisik di malam hari.
Kalau kamu suka dengan suasana malam yang ramai, kawasan ini cocok buat kamu.
Ada beberapa kawasan yang 24 jam hidup terus, selalu ramai aktifitas.
Sebaliknya, penginapan di Peliatan, Sebatu, atau Tegallalang menawarkan suasana sawah yang tenang, dengan konsekuensi kamu perlu motor atau mobil sewaan untuk ke mana-mana.
AC bukan jaminan di semua kamar
Beberapa guest house budget masih punya tipe kamar kipas angin dengan harga di bawah AC. Selalu cek tipe kamar spesifik saat booking.
Kadang-kadang cuma kipas angin biasa.
Makanya kamu cek dengan detail dulu, kalau tidak ada penjelasannya kamu bisa cari kontak yang bisa di hubungi dan tanyakan semuanya.
Minimal kirim via email mereka.
Atau kalau memang ada kontak telpon atau WhatApps, kamu bisa hubungi langsung aja. Ini bakalan lebih jelas banget.
Kolam renang di kelas ini biasanya kecil dan dipakai bersama tamu lain
Bukan private pool ya.
Untuk kelas ini, biasanya tamu bareng-bareng pakai fasilitas kolam renang yang ada di hotel. Jadi, jangan berharap kamu pakai sendiri.
Ini lebih ke fasilitas bersama.
Tapi justru di situ letak keseruannya, biasanya jadi tempat ngobrol santai dengan sesama traveler. Ketemu kenalan baru yang asik di ajak ngobrol.
Bisa-bisa, sepulang dari sini kamu malah dapat teman baru.
Asik juga kan.
Sarapan rumahan adalah nilai plus khas guest house Ubud
Banana pancake, telur, dan kopi Bali sering muncul di ulasan sebagai favorit tamu, jauh lebih personal dibanding buffet hotel bintang.
Ini lebih familiar di lidah kamu.
Tapi kalau kamu memang mau coba buat sarapan yang lebih lagi, bisa aja keluar bentar. Cari resto yang menyediakan sarapan yang kamu mau.
Karena rata-rata hotel seperti ini nggak jauh dari keramainan kota.
Jadi, aksesnya mudah.
Ini Rekomendasi & Referensi Penginapan Rp200 Ribuan di Ubud

Ini udah lengkap banget kok.
Kamu tinggal catat beberapa Rekomendasi & Referensi Penginapan Rp200 Ribuan di Ubud yang nantinya bisa kamu cobain.
Biasanya, untuk hotel jenis seprti ini kamu bisa datangi langsung atau pesan via online untuk memastikan kamar tersedia atau udah penuh.
Cek dulu dah beberapa Rekomendasi & Referensi Penginapan Rp200 Ribuan di Ubud dibawah ini:
| Nama Penginapan | Area | Estimasi Harga/Malam* | Ciri Khas |
|---|---|---|---|
| Nuriani Rooms | Jl. Hanoman Pengosekan | Mulai ±Rp200.000 | Dekat Monkey Forest, kamar hadap sawah |
| Warsa Garden Bungalows | Jl. Monkey Forest | Mulai ±Rp217.000–400.000 | Kolam renang, 300 m dari Monkey Forest |
| Sari Wangi Cottage | Jl. Sweta | Mulai ±Rp250.000 | Suasana hutan, air terjun mini di properti |
| Candra Asri Bungalow | Jl. Hanoman No. 43 | Sempat tercatat di bawah Rp200.000 | Arsitektur Bali tradisional, khusus dewasa |
| Abangan Bungalow | Jl. Raya Ubud/Sugriwa | Mulai ±Rp260.000 | 14 kamar, kolam renang dikelilingi hutan kecil |
| Ketut Kasta Guest House | Jl. Cok Gde Rai No. 6, Peliatan | Setara ±Rp300–350ribuan | Infinity pool mini, suasana rumah keluarga |
| Umadesa Villa Tegallalang | Desa Sebatu, dekat Tegallalang | Mulai ±Rp200.000-an | Atap alang-alang, balkon hadap sawah |
| Swaha Retreat & Eco Park | Tegallalang | Rp180.000 (tenda) / Rp290.000 (villa) | Konsep eco-glamping |
| Bali Sunshine Homestay | Kawasan Ubud | Sekitar Rp190.000 | Kamar luas, balkon taman tropis |
| Uma Sari Cottage | Jl. Bisma No. 35 | Kelas budget/backpacker | Kolam renang jadi favorit ulasan tamu |
*Harga bersifat estimasi dari data publik dan bisa berubah tergantung musim, hari, dan platform pemesanan. Selalu cek ulang harga real-time sebelum booking.
1. Nuriani Rooms, Pilihan Penginapan di Jalan Hanoman
Pertama ada Nuriani Rooms.
Tempat nginap yang sederhana dengan harga yang terjangkau banget sih.
Buat kamu yang ngirit-ngirit pengeluaran liburan, bisa nih jadi referensi kamu. Lokasinya juga mudah banget sih kamu cari.
Nggak pelosok!
Penginapan yang ini benar-benar di tengah kehidupan Ubud tapi tetap punya sudut tenang, Nuriani Rooms (dulu bernama Nuriani Restaurant and Rooms) sering jadi rujukan traveler backpacker maupun keluarga kecil.
Lokasinya di Jalan Hanoman Pengosekan menempatkannya hanya sekitar 5 menit jalan kaki dari Monkey Forest, dan sekitar 15 menit jalan kaki ke Ubud Palace.
Worth it banget.
Udah irit, akses kemana-mana mudah.
Uniknya, meski berada di jalan yang cukup ramai, sebagian kamarnya justru menghadap hamparan sawah keci, kombinasi yang jarang didapat di harga ini.
Kamar dilengkapi AC, balkon pribadi, dan jendela besar yang membiarkan cahaya alami masuk.
Ada juga restoran on-site yang menyajikan menu Indonesia, jadi kalau malas keluar malam-malam, kamu tetap bisa makan enak tanpa jalan jauh.
Informasi Umum
- Lokasi: Jl. Hanoman Pengosekan, Ubud 80361
- Check-in: mulai pukul 14.00, check-out hingga pukul 12.00
- Fasilitas: AC, WiFi gratis, restoran, parkir gratis, layanan laundry, penyewaan mobil
Kelebihan
- Jarak jalan kaki ke Monkey Forest dan area kuliner Hanoman
- Beberapa kamar punya pemandangan sawah, bukan sekadar tembok tetangga
- Staf disebut ramah dan mengenal nama tamu di ulasan berulang
Yang Perlu Diperhatikan, pertama itu karena bangunan tergolong sederhana, bukan tipe hotel modern, cocok untuk yang memang mencari suasana homestay
Ini bener-bener sederhana banget sih.
Cocok untuk solo traveler dan pasangan muda yang ingin basis jalan kaki ke pusat Ubud tanpa budget besar.
Travelling jadi hemat tapi tetap punyak kesan yang asik.
2. Warsa Garden Bungalows Dengan Sejuk di Tengah Kepungan Taman
Warsa Garden Bungalows punya reputasi sebagai salah satu penginapan paling sering direkomendasikan untuk yang mencari lokasi sentral dengan kolam renang.
Review penginapan juga bagus-bagus kok.
Ini memang perlu untuk kamu pertimbangkan. Tapi, kamu juga tetap mengecek langsung, jangan hanya termakan iklan atau review yang masih secuil.
Yang penting kamu punya kontak dan tau alamatnya.
Gampang sih.
Berjarak sekitar 300 meter saja dari Monkey Forest, tempat ini praktis jadi basis ideal untuk eksplorasi jalan kaki ke pasar seni, kuil, dan deretan kafe di Jalan Monkey Forest.
Bangunannya bergaya bungalow tradisional dengan dekorasi khas Bali, dan setiap kamar dilengkapi balkon pribadi serta kamar mandi dengan shower air panas.
Menurut saya, ini bakal nyaman banget sih,
Dan yang membuat properti ini terasa “naik kelas” dari sekadar guest house adalah adanya spa kecil dan area pijat, meski tentu bukan level resort mewah.
Kamu bisa nikmati ini saat menginap.
Informasi selengkapnya:
Baca Artikel Lainnya
- Menginap di Padma Resort Ubud dengan Suasana Lembah Sungai yang Diselimuti Hutan Bambu Payangan ›
- Mulia Resort Nusa Dua Bali, Tempat Nginap View Garis Pantai yang Tenang di Ujung Selatan Bali ›
- Hostel Dekat Beach Club Seminyak, Biar Pulang Party Tinggal Jalan Kaki ke Tempat Tidur ›
- Rekomendasi Hostel Backpacker di Canggu Dengan Harga Murah dan Suasana Bikin Hati Nyaman ›
- Lokasi: Jl. Monkey Forest No. 88-17, Ubud
- Check-in: mulai 14.00, check-out hingga 12.00
- Fasilitas: kolam renang outdoor, restoran, bar, spa sederhana, WiFi gratis, parkir gratis
Oh ya, Kelebihan dari Warsa Garden Bungalows ini bakal bermanfaat banget buat kamu, coba deh cek di beberapa poin dibawah ini:
- Salah satu lokasi paling strategis di antara daftar ini — jalan kaki ke hampir semua ikon Ubud
- Kolam renang jadi nilai tambah dibanding penginapan sekelas tanpa fasilitas ini
- Sarapan pancake pisang kerap dipuji di ulasan tamu
Ada beberapa hal yang kayaknya perlu kamu notif sebelum bener-bener melakukan reservasi buat booking kamar peninginapan ini.
Poin-poinnya berikut ini:
- Beberapa ulasan menyebut kebersihan kamar tidak selalu konsisten, jadi ada baiknya cek ulasan terbaru sebelum booking
- Karena populer, kamar dengan harga terendah cepat habis saat akhir pekan. Jadi, kamu harus pertimbangkan melakukan pemesanan jauh-jauh hari.
Lokasi yang satu ini beneran cocok buat para traveler yang memprioritaskan lokasi berjalan kaki di atas segalanya, termasuk keluarga dengan anak yang senang berenang santai.
3. Sari Wangi Cottage, Misi Healing Kamu di Pinggir Air Terjun Mini
Ini salah satu penginapan yang paling sering disebut “beda dari yang lain” dalam ulasan tamu, dan alasannya masuk akal.
Ulasan dari orang lain itu udah kayak “faktor X” yang bisa masuk dalam pertimbangan kamu. Itu pengalaman mereka yang di share di dunia maya, jadi kamu bisa pakai pengalaman itu.
Hal yang sama bakal kamu temukan sama seperti ulasan tersebut.
Semisalnya, ada sebuah review/ ulasan pengunjung:
“Sari Wangi Cottage terletak di Jalan Sweta, sedikit menjauh dari hiruk-pikuk pusat Ubud, dikelilingi pepohonan rimbun dengan suara air terjun kecil di tepi properti sebagai latar suara alami — bukan suara lalu lintas.”
Nah, kamu sudah dapat informasi jika penginapan ini tu tenang, jauh dari kebisingan dan suasana alamnya bagus.
Sesimple itu sih!
Aslinya Sari Wangi Cottage juga memang cukup unik, gaya bangunannya tradisional dengan tangga menurun mengikuti kontur tanah, jadi perlu sedikit tenaga ekstra untuk yang membawa koper besar atau kurang nyaman dengan tangga.
Tapi begitu sampai, kamu akan disambut kolam renang kecil yang tenang dan pemilik penginapan yang menurut banyak ulasan sangat ramah dan personal.
Ini udah seperti bukan staf hotel formal, tapi lebih seperti tuan rumah.
Informasi Faktual penting tentang Sari Wangi Cottage:
- Lokasi: Jl. Sweta, Ubud 80361, sekitar 5 menit berkendara motor dari pusat Ubud
- Fasilitas: kolam renang, sarapan harian, WiFi gratis, teras pribadi di sebagian kamar
- Jarak: sekitar 1,3 mil (± 2 km) dari Ubud Palace
Kelebihan Sari Wangi Cottage:
- Suasana alam yang jarang ditemukan di harga sekelas — cocok untuk yang ingin menyepi sejenak dari keramaian
- Sarapan disajikan langsung oleh pemilik, terasa personal
- Pemandangan hijau dan suara air mengalir sepanjang hari
4. Candra Asri Bungalow, Dengan Suasana Romantis dan Ringkas di Jalan Hanoman
Candra Asri Bungalow punya niche yang cukup spesifik: penginapan khusus dewasa (adults only) dengan nuansa tradisional Bali yang kental, cocok untuk pasangan yang ingin privasi lebih.
Beberapa ulasan bahkan mencatat harga kamar sempat berada di bawah Rp200 ribu per malam sebelum pajak, meski tentu harga bisa berubah tergantung musim.
Lokasinya di Jalan Hanoman No. 43 membuatnya sangat dekat dengan restoran populer seperti Bebek Bengil, dan hanya sekitar 13 menit jalan kaki ke Monkey Forest. Bangunannya kecil dengan hanya sekitar 7 kamar, jadi suasananya lebih personal dan tidak seramai penginapan besar.
Oh ya, ada beberapa informasi lainnya yang harus kamu tahu juga, yaitu:
- Check-in: mulai 13.00, check-out hingga 11.00
- Fasilitas: AC, WiFi gratis, teras/balkon, kamar mandi dengan bathtub di beberapa tipe kamar
Selain itu, untuk hal yang mungkin bisa jadi pertimbangan kamu buat milih penginapan ini bisa cek beberapa hal ini:
- Lokasi strategis dekat kuliner Jalan Hanoman
- Suasana intim karena jumlah kamar terbatas
- Beberapa ulasan memuji kebersihan dan kenyamanan tempat tidur
- Karena khusus dewasa, tidak cocok untuk keluarga dengan anak
- Cocok unuk pasangan yang mencari suasana romantis sederhana tanpa bujet besar, dan tidak keberatan dengan fasilitas yang cukup minimalis.
5. Abangan Bungalow, Ada Kolam Renang di Tengah Rimbunnya Pohon
Ada lagi Abangan Bungalow…
Ini tu yang sering banget disebut sebagai salah satu “hidden value” di kelas budget Ubud.
Meski terletak di pusat kota, pemandangan dari kamar justru terasa seperti berada di tepi hutan, karena properti ini dikelilingi pepohonan rindang.
Tempatnya tenang.
Adem banget.
Vibesnya beda banget sama temapt-tempat nginap lainnya.
Disini juga tersedia 12–14 kamar dengan gaya bungalow kayu, dan hampir semuanya menghadap kolam renang atau taman.
Estetik banget.
Untuk Informasi selengkapnya berikut ini:
- Lokasi: Jl. Raya Ubud, dekat Jl. Sugriwa
- Fasilitas: kolam renang outdoor, WiFi gratis, parkir gratis, laundry, resepsionis 24 jam
- Jarak: sekitar 5 menit jalan kaki ke Monkey Forest dan Ubud Palace
- Kolam renang dan taman jadi favorit tamu, terutama keluarga dengan anak
- Lokasi sentral tapi suasana cukup teduh berkat pepohonan
- Harga tetap kompetitif meski sudah termasuk sarapan di beberapa paket
Abangan Bungalow yang ini cocok banget untuk keluarga kecil atau rombongan teman yang ingin lokasi sentral dengan kolam renang tanpa harga hotel bintang.
Bisa nih jadi referensi kamu.
6. Ketut Kasta Guest House, Rasanya Seperti Menginap di Rumah Keluarga Bali
Selalu ada hal yang berbeda di masing-masing penginapannya.
Kalau yang satu ini benar-benar “tinggal” di rumah keluarga Bali, bukan sekadar menginap di hotel, Ketut Kasta Guest House di Peliatan sering disebut sebagai salah satu pengalaman paling berkesan di kelas budget.
Udah kek nyantai aja di rumah sendiri!
Properti ini punya pura keluarga sendiri, galeri lukisan pribadi, dan pemilik yang menurut banyak pengalaman pengunjung memperlakukan tamu seperti keluarga sendiri.
Ini yang buat agak beda.
Mungkin akan membuat pengunjung merasa lebih nyaman dan aman selama menginap di tempat ini, bahkan ada cerita tamu yang diantar ke rumah sakit saat sakit mendadak.
Kamar-kamarnya dilengkapi kitchenette kecil, area duduk, dan balkon pribadi. Ada juga infinity pool mini yang jadi tempat favorit untuk bersantai sore hari sambil menikmati pemandangan hijau sekitar.
Informasi seputar penginapan ini:
- Lokasi: Jl. Cok Gde Rai No. 6, Br. Ambengan, Peliatan, Ubud 80571
- Fasilitas: infinity pool, dapur kecil di kamar, WiFi gratis, area yoga, galeri seni pribadi
- Jarak: sekitar 1,3–2 km dari Ubud Palace dan Saraswati Temple
Dan yang menariknya lagi:
- Sambutan personal dari keluarga pemilik yang konsisten dipuji di ulasan
- Fasilitas melebihi ekspektasi untuk kelas harga budget, termasuk infinity pool
- Suasana budaya Bali yang otentik, cocok untuk yang ingin pengalaman lebih dari sekadar tidur
Kondisi dan suasana seperti ini sangat cocok untuk para traveler yang mengutamakan pengalaman personal dan interaksi budaya, bukan sekadar fasilitas standar hotel.
Tentunya kenyamanan dan keamanan yang menjadi prioritas.
7. Umadesa Villa Tegallalang, Ada Sawah di Depan Mata, Harga Ramah Kantong
Kalau alasan utamamu ke Ubud untuk menikmati pemandangan sawah berundak, tidak perlu jauh-jauh menginap di resort mahal Tegallalang.
Umadesa Villa di Desa Sebatu bisa jadi solusi yang pas banget.
Kadang, mencari spot seperti ini terbilang agak susah, karena selalu padat pengunjung atau tamu.
Selalu aja penuh.
Karena memang view yang mereka inginkan ada di tempat penginapan ini, nggak perlu repot-repot harus melangkah jauh buat cari suasanannya.
Buka kamar, udah didepan mata.
Umadesa Villa di Desa Sebatu menawarkan penginapan bergaya tradisional dengan atap alang-alang dan dinding kayu, tapi tetap dilengkapi AC, smart TV, dan minibar — kombinasi yang jarang ditemui di harga 200 ribuan.
Setiap kamar dilengkapi balkon atau teras yang langsung menghadap hamparan sawah hijau, jadi kamu bisa menikmati suasana pagi dengan kabut tipis di atas sawah tanpa harus keluar kamar.
Lokasinya juga dekat dengan Elephant Safari Park, hanya sekitar 1,4 km.
Ini bisa jadi nilai plus yang bisa kamu pertimbangkan. Ini informasi selengkapnya seputar penginapan yang satu ini:
- Lokasi: Jl. Uma Dugul Kaje, Desa Sebatu, Ubud, Gianyar 80571
- Fasilitas: AC, smart TV, minibar, WiFi, restoran dengan menu Indonesia dan internasional
- Jarak: sekitar 1,4 km dari Elephant Safari Park
- Pemandangan sawah langsung dari kamar, bukan sekadar taman buatan
- Arsitektur tradisional yang terasa autentik, bukan replika modern
- Suasana tenang, cocok untuk healing beberapa hari
Udah cocok banget ini untuk kamu para pencari suasana pedesaan otentik yang tidak keberatan menempuh perjalanan singkat ke pusat kota.
8. Swaha Retreat & Eco Park Ubud, Glamping Ramah Lingkungan di Tegallalang
Buat yang ingin sensasi menginap sedikit berbeda dari kamar hotel biasa, Swaha Retreat & Eco Park mengusung konsep eco-glamping di kawasan Tegallalang.
Kamu bisa memilih tipe kamar kayu atau tenda nyaman, keduanya tetap dilengkapi AC dan balkon yang menghadap sawah.
Bikin suasana nginap kamu berasa nyaman dan berkesan.
Keluar kamar, udah dapat suasana sawah yang indah.
Gimana?
Pasti bakalan nyaman banget.
Yang menarik, retreat ini juga punya area spa dan restoran sendiri, jadi meski lokasinya agak menjauh dari pusat Ubud, kamu tetap punya opsi bersantai tanpa harus keluar area.
Informasi selengkapnya:
- Lokasi: kawasan Tegallalang, Ubud, Gianyar
- Estimasi harga: mulai Rp180.000-an untuk tipe Tent, dan Rp290.000-an untuk tipe Villa
- Fasilitas: AC, balkon hadap sawah, spa, restoran, layanan antar bandara berbayar
- Konsep glamping memberi pengalaman berbeda dari guest house pada umumnya
- Tipe Tent jadi opsi paling hemat di daftar ini
- Suasana terbuka dan alami, cocok untuk foto-foto maupun sekadar bersantai
Sepertinya, ini bakalan cocok banget buat kamu para traveler muda atau pasangan yang ingin pengalaman “menginap di alam” tanpa harus benar-benar berkemah.
Suasanannya bikin kamu betah kok.
9. Bali Sunshine Homestay, Suasana Kekeluargaan dengan Balkon Taman Tropis
Kalau kamu tipe traveler yang lebih suka homestay ketimbang hotel formal, Bali Sunshine Homestay sering direkomendasikan karena suasananya yang hangat dan personal.
Dengan tarif sekitar Rp190.000 per malam, kamu mendapat kamar yang cukup luas dengan balkon menghadap taman tropis.
Bukan sekadar kamar kotak tanpa jendela.
Karena berupa homestay keluarga, jangan berharap fasilitas selengkap hotel bintang.
Tapi justru itulah nilai jualnya: kamu berinteraksi langsung dengan pemilik rumah, sering mendapat rekomendasi tempat makan atau wisata dari sudut pandang lokal yang tidak akan kamu temukan di brosur wisata.
- Lokasi: kawasan Ubud (detail alamat sebaiknya dikonfirmasi langsung saat booking)
- Estimasi harga: sekitar Rp190.000 per malam
- Fasilitas: kamar dengan balkon, suasana taman tropis, nuansa kekeluargaan
- Harga di antara yang paling terjangkau di daftar ini
- Balkon dengan pemandangan taman jadi nilai tambah dibanding kamar tanpa jendela
- Cocok untuk yang ingin merasakan keramahan lokal secara langsung
Kondisi dan suasana seperti ini udan tentu cocok banget buat para backpacker dan pelancong solo yang memprioritaskan harga hemat dan interaksi personal di atas fasilitas lengkap.
10. Uma Sari Cottage, Pilihan Favorit Backpacker di Jalan Bisma
Menutup daftar ini, Uma Sari Cottage di Jalan Bisma kerap muncul dalam rekomendasi traveler yang baru pertama kali ke Bali dan mencari penginapan ramah kantong tapi tetap nyaman.
Ulasan dan review tamu berulang kali memuji kolam renangnya yang bersih dan menyegarkan, plus staf yang selalu siap membantu memesankan tur atau transportasi.
Lokasinya di Jalan Bisma menempatkannya tidak terlalu jauh dari pusat Ubud, dengan beberapa galeri seni dan kafe lokal di sekitarnya, seperti KOU Cuisine dan Nacivet Art Gallery.
- Lokasi: Jl. Bisma No. 35, Ubud 80571
- Fasilitas: kolam renang, WiFi, bantuan pemesanan tur dan sewa kendaraan
Kelebihan dari penginapan yang satu ini terletak pada:
- Kolam renang jadi daya tarik utama menurut hampir semua ulasan
- Staf dinilai sangat membantu untuk kebutuhan tur maupun transportasi
- Lokasi Jalan Bisma relatif tenang dibanding Jalan Monkey Forest yang lebih ramai
Pas banget nih buat traveler pertama kali ke Bali yang ingin basis nyaman tanpa perlu banyak riset tambahan.
Tips Memilih Hotel 200 Ribuan di Ubud Biar Tidak Salah Pilih
Booking lebih awal, terutama untuk musim ramai.
Harga di kelas budget ini paling stabil di hari biasa dan musim sepi wisatawan (biasanya Februari, September, atau awal Desember sebelum liburan Natal).
Dengan kamu booking lebih cepat, kemungkinan nggak dapat kamar lebih kecil.
Karena kamu udah duluan.
Takutnya, malah penuh kalau udah dekat-dekat hari “H” mau berangkat. Lebih aman sih kalau jauh-jauh hari.
Biar semuannya lancar aja.
Selain itu, kamu juga harus cek dan baca ulasan tiga bulan terakhir, bukan ulasan lama.
Itu bisa jadi gambaran kamu.
Gimana kondisi kamarnya?
Gimana pelayanannya?
Atau lokasinya oke nggak?
Intinya, cari tau sedetail mungkin. Cari ulasan atau review dari beberapa tamu yang pernah menginap disana.
Pastikan bukan ulasan lama ya.
Guest house kecil sering berganti manajemen atau baru direnovasi, jadi ulasan lawas belum tentu mencerminkan kondisi sekarang.
Selanjutnya, kamu juga perlu perhatikan lokasi versus rencana aktivitasmu.
Kalau kamu ingin banyak jalan kaki, pilih yang dekat Monkey Forest atau Hanoman. Kalau lebih suka suasana sawah dan tidak masalah menyewa motor, area Sebatu atau Tegallalang jauh lebih tenang.
Terakhir, selau konfirmasi apakah sarapan sudah termasuk. Sebagian penginapan budget mencantumkan harga tanpa sarapan, jadi cek detail sebelum membandingkan harga antar properti.
Jadi, nantinya kamu nggak bakal bingung pagi-pagi nyari sarapan.
Kalau memang nggak siap, kamu udah tau harus ngapain buat nyari sarapan.
Fikirnya ada, taunya nggak! Kan jadi repot sendiri!
FAQ Seputar Hotel 200 Ribuan di Ubud
Apakah hotel seharga 200 ribuan di Ubud aman dan layak untuk turis asing maupun lokal?
Secara umum, guest house dan bungalow di kelas ini dikelola oleh keluarga lokal dan cukup umum digunakan wisatawan domestik maupun asing. Yang penting, selalu cek ulasan terbaru dan pastikan memesan melalui platform tepercaya agar ada jaminan pembatalan atau komplain.
Apakah harga 200 ribuan sudah termasuk sarapan?
Tergantung properti. Beberapa seperti Nuriani Rooms dan Umadesa Villa menyertakan sarapan sederhana di harga dasar, tapi ada juga yang menjualnya terpisah. Selalu cek detail paket sebelum booking.
Kenapa harga yang tertera di aplikasi kadang lebih tinggi dari 200 ribu?
Harga Rp200 ribuan biasanya adalah tarif dasar untuk kamar standar di hari biasa dan musim sepi. Saat akhir pekan, musim liburan, atau untuk tipe kamar dengan fasilitas lebih (misalnya AC dan pool view), harga otomatis naik.
Apakah penginapan sekelas ini cocok untuk keluarga dengan anak?
Sebagian cocok, seperti Abangan Bungalow atau Warsa Garden Bungalows yang punya kolam renang ramah keluarga. Tapi beberapa lainnya, seperti Candra Asri Bungalow dan Ketut Kasta Guest House, tercatat sebagai penginapan khusus dewasa — jadi pastikan cek kebijakan ini dulu sebelum memesan untuk keluarga.
Apakah perlu menyewa kendaraan jika menginap di penginapan seharga ini?
Kalau kamu memilih penginapan di area pusat seperti Jalan Hanoman atau Monkey Forest, jalan kaki sudah cukup untuk banyak destinasi. Tapi untuk penginapan di area Sebatu atau Tegallalang, menyewa motor sangat disarankan karena jaraknya lebih jauh dari pusat kota.


