Travel News

FTC Selidiki Tarif Tiket Pesawat Berbasis Data Pribadi

FTC Selidiki Tarif Tiket Pesawat Berbasis Data Pribadi

Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat (FTC) resmi meluncurkan penyelidikan terhadap sejumlah maskapai penerbangan utama untuk meneliti penggunaan data pribadi konsumen dalam menentukan harga tiket. Lembaga pengawas tersebut telah memerintahkan Delta Air Lines, United Airlines, dan JetBlue untuk menyerahkan data terperinci terkait praktik penetapan harga mereka.

Fokus Penyelidikan FTC

Ketiga maskapai penerbangan tersebut diberikan tenggat waktu selama 45 hari untuk menyerahkan informasi yang diminta. FTC ingin mengkaji apakah harga tiket pesawat yang ditawarkan kepada konsumen bervariasi berdasarkan faktor-faktor seperti keikutsertaan dalam program loyalitas, riwayat penjelajahan internet, atau analisis data pribadi menggunakan algoritma kecerdasan buatan. Penyelidikan ini mengacu pada Pasal 6(b) Undang-Undang FTC, yang memberikan wewenang kepada komisi untuk melakukan studi luas tanpa harus bertujuan pada penegakan hukum tertentu.

Selain maskapai penerbangan, investigasi FTC juga mencakup penetapan harga serta kompensasi bagi pekerja di sektor layanan berbagi tumpangan (ridesharing) dan pengiriman makanan. Ketua FTC Andrew Ferguson menegaskan komitmen lembaga tersebut untuk memeriksa transparansi penetapan harga di industri tersebut.

“Kami berniat untuk meneliti metodologi tidak transparan yang mungkin digunakan oleh beberapa perusahaan di industri ini untuk menentukan berapa banyak yang dibayar konsumen atau berapa banyak pekerja gig dibayar untuk produk atau layanan yang sama,” kata Ferguson.

Ferguson menambahkan bahwa konsumen berhak mengetahui apakah kebiasaan menjelajah web atau data pribadi mereka digunakan untuk memperkirakan harga tertinggi yang dapat dibebankan. Di sisi lain, para pekerja juga berhak mengetahui apabila kompensasi yang mereka terima dipengaruhi oleh penggunaan data pribadi oleh perusahaan.

Tanggapan Mengenai Penetapan Harga Maskapai

Meskipun isu ini menarik perhatian publik di media sosial, kemungkinan ditemukannya praktik penentuan harga individual pada maskapai penerbangan dinilai sangat kecil. Seperti dilaporkan One Mile at a Time, sistem penetapan harga tiket pesawat memang sangat rumit dan bertujuan memaksimalkan pendapatan dari setiap penumpang, tetapi hal itu tidak berarti maskapai secara aktif menerapkan penetapan harga berbasis data pribadi.

Banyak klaim yang beredar di media sosial mengenai perbedaan harga tiket untuk dua orang yang mencari penerbangan pada waktu bersamaan. Namun, sebagian besar kasus tersebut memiliki penjelasan teknis yang logis terkait ketersediaan kelas tarif dan alokasi kursi, bukan akibat pelacakan alamat IP atau status keanggotaan loyalitas.

Penyelidikan FTC terhadap kompensasi pengemudi dan skema harga pada layanan berbagi tumpangan serta pengiriman makanan dinilai lebih berpotensi mengungkap fakta baru dibandingkan investigasi pada sektor penerbangan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *