Desa Trasmoz di Spanyol, Satu-satunya Tempat yang Dikutuk Gereja

Sebuah kesalahpahaman membawa perjalanan menuju desa abad pertengahan Trasmoz di barat laut Spanyol, dekat kota Aragonese, Tarazona. Terletak di atas bukit berbatu dengan latar belakang pegunungan Moncayo yang bersalju, desa ini dihuni kurang lebih 100 orang dan menjadi satu-satunya wilayah di Spanyol yang secara resmi dikutuk serta dikucilkan oleh Gereja Katolik.

Sejarah di Balik Reputasi Sihir Trasmoz

Kisah Trasmoz tidak sama seperti wilayah lain yang terkenal dengan perburuan penyihir massal seperti Salem atau Pendle Hill di Inggris. Pada abad kesembilan belas, desa tersebut memang pernah ditinggali oleh dua keluarga perempuan penyembuh bernama Cascas dan Galgas yang mendapat cap sebagai penyihir. Kendati demikian, tidak pernah tercatat adanya sejarah histeria massal ataupun aksi pemburuan penyihir di tempat ini.

Berdasarkan perbincangan dengan penduduk setempat, identitas Trasmoz sebagai desa penyihir sebenarnya berakar dari berbagai rumor, intrik politik, serta strategi pariwisata. Perjalanan ke desa tersebut dilakukan di tengah agenda perjalanan darat menuju wilayah Andalusia di bagian selatan Spanyol untuk menghindari musim dingin di Inggris.

Kawasan Aragón sendiri dikenal sebagai wilayah berpenduduk jarang dengan pegunungan liar serta lanskap tandus yang sangat berbeda dari kawasan pesisir selatan. Kisah unik Trasmoz kini tetap hidup dan menjadi bagian dari perayaan kehidupan sehari-hari serta daya tarik bagi para pelancong yang singgah.