Daftar Isi
Serangkaian ancaman bom palsu mengganggu penerbangan penumpang di berbagai negara di Eropa pada Selasa (3/11). Insiden ini memicu pengerahan keamanan darurat serta pengawalan jet tempur militer setelah setidaknya tujuh penerbangan dan sebuah kapal pesiar menjadi sasaran peringatan.
Dampak di Polandia dan Italia
Di Polandia, dua penerbangan menuju Warsawa menjadi sasaran ancaman. Penerbangan Scandinavian Airlines (SAS) SK751 dari Kopenhagen mendarat secara normal di Bandara Chopin Warsawa, meski salah satu landasan pacu sempat ditutup sementara untuk pemeriksaan. Menurut juru bicara SAS, Alexandra Lindgren Kaoukji, kepada PAP, para penumpang turun dengan normal dan masalah tersebut telah diserahkan kepada kepolisian Polandia. Sementara itu, pesawat LOT Polish Airlines dari Bandara Heathrow London dialihkan ke Bandara Modlin Warsawa yang sempat ditutup akibat peringatan serupa, sebelum akhirnya mendarat dengan selamat tanpa temuan bahan peledak, seperti disampaikan juru bicara Bandara Modlin, Adam Szablowski.
Di Italia, Angkatan Udara mengerahkan dua jet tempur Eurofighter untuk mengawal penerbangan Ryanair FR9611 dari Dublin menuju Bandara Fiumicino, Roma, setelah muncul laporan dugaan ancaman. Penerbangan Ryanair lain dari Lisbon yang tiba di bandara yang sama juga menjalani prosedur pemeriksaan ketat. Operator bandara menyatakan seluruh pemeriksaan terhadap penumpang, bagasi, dan pesawat menghasilkan status negatif sehingga siaga keamanan dicabut.
Insiden di Spanyol, Bulgaria, dan Hungaria
Operator bandara nasional Spanyol, Aena, mengaktifkan protokol darurat setelah menerima laporan ancaman bom terhadap penerbangan Ryanair asal Manchester yang kemudian mendarat di Murcia tanpa insiden. Di Bulgaria, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Transportasi memeriksa dua pesawat masing-masing dari Bergamo, Italia, dan Dublin, Irlandia, yang tidak menemukan adanya bahan peledak.
Rangkaian kejadian tersebut didahului oleh insiden sehari sebelumnya ketika penerbangan Wizz Air dari Bandara Luton London menuju Sofia menerima ancaman bom di udara dan dialihkan ke Budapest, Hungaria. Menteri Pertahanan Hungaria, Romulusz Ruszin-Szendi, menyatakan lewat Facebook bahwa layanan siaga pertahanan udara NATO mendeteksi penerbangan itu dan mengerahkan jet tempur Gripen untuk mengawal hingga mendarat dengan selamat.
Pemeriksaan di Inggris dan Evakuasi Kapal Pesiar
Kepolisian Metropolitan London mengetahui ancaman terhadap empat pesawat yang dijadwalkan berangkat atau tiba di Bandara Heathrow serta satu peringatan di Bandara Manchester. Kendati demikian, polisi menyatakan tidak menemukan masalah keamanan apa pun usai pemeriksaan dilakukan.
Ancaman juga menyasar jalur laut ketika Penjaga Pantai Yunani melaporkan evakuasi kapal pesiar Crown Iris berbendera Panama di lepas pantai Pulau Syros pada Selasa malam. Kapal dengan sekitar 1.500 penumpang dan awak yang sedang menuju Haifa, Israel, tersebut diperiksa tanpa hasil temuan benda berbahaya.
Analisis dan Kekhawatiran Gangguan Hibrida
Hingga kini, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atau ditunjuk sebagai pelaku di balik rangkaian ancaman tersebut. Kejadian ini berlangsung di tengah kekhawatiran Eropa terhadap dugaan serangan hibrida dan sabotase, menyusul tuduhan terhadap Rusia dan Iran yang sebelumnya dibantah oleh kedua negara tersebut.
Rhys Jones, manajer keluaran analisis di firma penasihat risiko penerbangan Osprey Flight Solutions, menyebutkan kepada Reuters bahwa tujuh ancaman bom terkonfirmasi dalam satu hari merupakan kejadian luar biasa. Tidak adanya target negara, maskapai, atau rute tertentu menunjukkan tujuan utama insiden ini adalah menciptakan gangguan operasional penerbangan secara umum.








