Akomodasi & Hotel

Silversea Buka Hotel Paling Selatan di Dunia untuk Wisata Antartika

Silversea Buka Hotel Paling Selatan di Dunia untuk Wisata Antartika
Daftar Isi
  1. Fasilitas dan Pengalaman Awal Wisata
  2. Desain dan Suasana Hotel
  3. Pusat Operasi dan Rute Fly-Cruise

Silversea resmi membuka hotel mewah baru bernama The Cormorant di 55 South, yang berlokasi di dekat ujung selatan Amerika Selatan untuk mengubah pengalaman perjalanan menuju Antartika. Properti dengan 150 kamar ini terletak di kawasan Patagonia, Cile, dekat Puerto Williams yang dikenal sebagai permukiman paling selatan di dunia.

Fasilitas dan Pengalaman Awal Wisata

Hotel baru ini berfungsi sebagai pangkalan mewah dan titik awal untuk perjalanan fly-cruise eksklusif Silversea menuju Antartika, yang dimulai dengan penerbangan dari Puerto Williams ke stasiun penelitian di Pulau Raja George, Antartika. Presiden Silversea, Bert Hernandez, menyampaikan dalam acara peluncuran bahwa perjalanan para tamu kini dimulai di hotel paling selatan di bumi dengan sambutan hangat khas perusahaan mereka.

Sebelumnya, para penumpang fly-cruise Silversea menginap di berbagai hotel pihak ketiga di Punta Arenas, Cile, sebelum menaiki penerbangan charter. Kondisi tersebut sering kali menyulitkan pihak kapal ketika cuaca buruk menunda atau membatalkan penerbangan. Dengan keberadaan The Cormorant di 55 South, para tamu dapat beristirahat dalam kemewahan modern hanya beberapa menit dari lokasi penerbangan carter mereka.

Selama berada di hotel, para tamu dapat mencoba atau menukar perlengkapan kutub buatan Silversea, merampungkan pemeriksaan biosekuriti, membersihkan peralatan pribadi sebelum turun ke darat, serta mengikuti arahan awal mengenai Antartika. Selain itu, para tamu berkesempatan menjelajahi keindahan alam liar Patagonia melalui kegiatan terpadu seperti kayak, mendaki, mengamati burung, dan menunggang kuda, serta memanfaatkan bus antar-jemput menuju Puerto Williams.

Desain dan Suasana Hotel

Dirancang untuk menyatu dengan alam, hotel bertingkat rendah ini menampilkan langit-langit tinggi, lantai beton, kayu alami, batu, serta tekstil bumi dengan sentuhan warna oranye, kuning, dan hijau yang menyerupai lanskap sekitar. Jendela kaca dari lantai hingga langit-langit menghadirkan pemandangan hutan, laut, dan pegunungan mulai dari puncak bergerigi Dientes de Navarino hingga jajaran Andes di Argentina.

Wakil Presiden Senior Ekspedisi Silversea, Conrad Combrink, menjelaskan bahwa unsur api dan es menjadi bagian dari konsep desain, disandingkan dengan nuansa gelap dari Selat Drake dan Saluran Beagle di dekat hotel. Hotel ini dilengkapi perapian ruangan yang besar, teras luar ruangan, kamar tidur bernuansa menenangkan dengan pemandangan gunung atau laut, mesin Nespresso, serta kulkas mini.

Restoran di tempat bernama Latitude 55 menyajikan kuliner khas regional termasuk empanada dan barbekyu asado malam pertama yang dimasak perlahan di atas api terbuka. Sementara itu, Bar Sur menawarkan anggur Cile, pencicipan pisco sour, atau koktail buah calafete, serta butik onsite untuk membeli kerajinan tangan Cile atau perlengkapan kutub darurat.

Pusat Operasi dan Rute Fly-Cruise

Pembukaan hotel ini menandai perubahan besar bagi Silversea yang kini memusatkan seluruh ekspedisi Antartika dari Puerto Williams, yang menawarkan titik tolak lebih langsung ke Selat Drake dibandingkan Ushuaia di Argentina. Perjalanan fly-cruise memungkinkan para pelancong melewati pelayaran laut yang terkenal ganas melintasi perairan selebar 600 mil tersebut.

Para tamu terbang langsung dari Santiago ke Puerto Williams untuk menginap semalam di The Cormorant sebelum melanjutkan penerbangan carter melintasi Selat Drake menuju Pulau Raja George tempat kapal ekspedisi menanti. Usai pelayaran, para tamu kembali menghabiskan malam di hotel sebelum bertolak pulang ke Santiago.

Peluncuran The Cormorant di 55 South bertepatan dengan musim Antartika terbesar Silversea, di mana jadwal fly-cruise mendominasi penawaran dengan 29 dari total 40 pelayaran menggunakan tiga kapal ekspedisi yaitu Silver Endeavour, Silver Wind, dan Silver Cloud. Hotel ini dijadwalkan beroperasi dari Oktober hingga Maret, dengan kemungkinan dibuka sepanjang tahun bagi pelancong di Cile selatan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *