Komponen mesin atau movement merupakan inti utama dari nilai sebuah jam tangan mewah. Dalam ulasan yang dilaporkan Business Traveller, berbagai produsen jam terkemuka memproduksi mesin buatan sendiri atau in-house movement untuk menegaskan kualitas dan performa produk mereka.
Peran dan Sejarah Mesin Jam Tangan
Sejumlah model populer saat ini mengusung mesin in-house, seperti IWC Big Pilot 46 yang ditenagai kaliber 52111, serta Rolex GMT-Master II yang mengandalkan kaliber 3285. Model otomatis Cartier Tank Must XL menggunakan mesin 1847 MC, sementara Omega Speedmaster Moonwatch generasi terkini menggunakan mesin Co-Axial 3861.
Meski istilah in-house sering dijadikan nilai jual, penggunaan mesin buatan manufaktur lain juga memiliki rekam jejak panjang pada jam tangan ikonik. Model awal Royal Oak dan Patek Philippe Nautilus tercatat pernah memakai varian mesin yang dikembangkan oleh Jaeger-LeCoultre. Selain itu, Rolex Daytona juga menggunakan mesin buatan Zenith yang telah dimodifikasi secara intensif pada periode 1988 hingga 2000.
Faktor Penentu Kualitas dan Pilihan Model
Kualitas mesin tidak harus dibuat sepenuhnya oleh merek bersangkutan untuk dapat dikatakan unggul. Tingginya harga jam tangan mewah ditentukan oleh toleransi manufaktur yang lebih ketat demi rekayasa yang lebih presisi, pengerjaan cangkang serta tali jam yang lebih baik, dan mesin yang dirancang untuk performa yang konsisten.
Beberapa model yang direkomendasikan karena karakter dan sejarahnya mencakup Rolex GMT-Master II, IWC Big Pilot, Omega Speedmaster Moonwatch, Cartier Tank, serta Jaeger-LeCoultre Reverso. Untuk Jaeger-LeCoultre Reverso, penulis mengungkapkan telah memiliki dan menyukai jam tersebut sejak 2019 serta memuji layanan purna jual yang diterimanya.








