AirAsia menargetkan bulan Maret 2027 untuk memulai penerbangan penumpang perdana ke Bahrain. Ini merupakan jadwal pasti pertama yang ditetapkan grup maskapai tersebut untuk rencana hub Teluk yang telah lama dinantikan, menyusul penyesuaian strategi akibat perang antara Amerika Serikat dan Iran.
Penetapan Dewan Direksi Baru
Pihak grup mengumumkan target waktu tersebut bertepatan dengan penunjukan dewan direksi AirAsia Bahrain yang beranggotakan tujuh orang seluruhnya non-eksekutif pada tanggal 1 November lalu.
Tony Fernandes selaku CEO pemilik AirAsia, Capital A, serta penasihat AirAsia Group menyatakan bahwa situasi geopolitik di kawasan tersebut memaksa pihak manajemen untuk mengubah rencana awal mereka. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap Bahrain sama sekali tidak berubah.
Menurut Tony Fernandes kepada Skift, pihaknya terus memantau perkembangan situasi di kawasan tersebut secara cermat dan mematok target penerbangan AirAsia ke Bahrain dimulai pada bulan Maret 2027, menyesuaikan dengan kondisi yang ada.
Sebelumnya, AirAsia X sempat menghentikan rute penerbangan antara Kuala Lumpur dan London pada tahun 2012 akibat tingginya biaya bahan bakar serta persaingan yang ketat. Pada Februari lalu, hanya berselang dua minggu sebelum pecahnya perang, grup tersebut sempat menyatakan rencana untuk kembali melayani penerbangan ke Britania Raya.








