Cartier memperluas jajaran koleksi tas perhiasan rumah mode tersebut dengan menghadirkan tujuh produk baru yang dirancang khusus untuk perayaan dan acara formal. Berdasarkan laporan Today’s Traveller, rangkaian aksesori malam ini diproduksi dalam jumlah terbatas dan memberikan penghormatan kepada warisan kreatif Cartier.
Kombinasi Kulit dan Batu Mulia
Koleksi ini memadukan keahlian rumah mode dalam bidang barang dari kulit serta perhiasan, di mana setiap aksesori didekati melalui sudut pandang seorang pembuat perhiasan dengan kelimpahan detail batu permata. Manik-manik sulam serta jepitan yang terbuat dari batu kecubung, akik hijau, dan obsidian keemasan mengubah harta karun perhiasan ini menjadi karya seni.
Batu cabochon garnet hessonite tampil berlimpah pada tas silindris Cabochon dalam koleksi tersebut, yang dibuat dari kulit anak sapi berwarna merah burgundi dengan aksen rantai. Untuk material kain dan kulit, koleksi ini mengandalkan satin hijau zamrud, veludru berumbai biru tua, lurex keemasan, serta kulit bermotif gadroon berwarna abu-abu batu.
Desain Poligon dan Pengaruh Sejarah
Tas kopling poligon dalam koleksi ini dilengkapi sistem pengencang artikulasi penuh yang telah digunakan oleh Cartier sejak tahun 1920-an. Terbuat dari bahan satin, tas-tas tersebut diberi hiasan tepi berupa kulit buaya Nil yang warnanya selaras dengan jepitan berhias batu cabochon.
Seluruh karya ini membawa pengaruh dari Jeanne Toussaint, sosok yang diberi tanggung jawab oleh Louis Cartier untuk mengurus berbagai aksesori sejak awal dekade 1920-an. Mulai dari kotak rias, tas perlengkapan mandi, hingga tas malam, Toussaint berhasil mengembangkan gaya khasnya sendiri.
Menurut Direktur Kreatif Aksesori dan Barang dari Kulit, Marlin Yuson, tas-tas tersebut dirancang menyerupai karya perhiasan berupa aksesori malam yang canggih dan meriah untuk merayakan gaya hidup tertentu. “Mereka menarik inspirasi dari warisan kreatif Maison, yang kami ciptakan kembali dengan mengandalkan keahlian luar biasa para pengrajin kami, yang tanpa mereka semua ini tidak akan mungkin terjadi,” ujar Marlin Yuson seperti dikutip dari Today’s Traveller.







