Eurostar menunjuk pemimpin baru untuk mengemudikan perusahaan di tengah bayang-bayang persaingan ketat di jalur lintas batas Terowongan Kanal yang telah lama mereka kuasai sendirian sejak dibuka pada tahun 1994.
Persaingan Ketat di Terowongan Kanal
Kantor Regulasi Perkeretaapian Inggris atau Office of Rail and Road memberikan lampu hijau pada tahun lalu untuk pengajuan akses jalur rel oleh Virgin Group. Langkah tersebut sekaligus membuka jalan lebar bagi persaingan usaha di lintas rel bawah laut tersebut.
Perusahaan milik Richard Branson itu menggelontorkan investasi sekitar 700 juta pound sterling dan menargetkan dapat mengangkut sebanyak enam juta penumpang setiap tahunnya.
Virgin berencana mengoperasikan 20 perjalanan pulang-pergi setiap hari dari London mulai tahun 2030 mendatang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 perjalanan menuju Paris, empat perjalanan ke Brussel, serta tiga perjalanan lainnya menuju Amsterdam.
Guna mendukung peluncuran layanan itu, Virgin menyepakati kontrak pengadaan dengan Alstom untuk 12 rangkaian kereta Avelia Stream. Kendati demikian, mereka masih memerlukan sejumlah perizinan lanjutan sebelum resmi mengangkut penumpang.
Rencana Ekspansi Trenitalia
Selain Virgin, perusahaan kereta api nasional milik Italia, FS Group, turut mempersiapkan anak usahanya, Trenitalia France, guna memulai layanan Paris-London pada 2029 atau satu tahun lebih awal daripada Virgin.
Trenitalia telah memesan 19 rangkaian kereta buatan Hitachi Rail melalui kesepakatan bernilai dua miliar euro. Sebanyak sepuluh rangkaian kereta dialokasikan khusus untuk melayani rute London-Paris, sementara sisanya dioperasikan untuk rute eksisting di Prancis.
Getlink selaku operator terowongan mengungkapkan bahwa peningkatan daya listrik yang dilakukan pada 2023 memungkinkan hingga 16 kereta berada di dalam terowongan secara bersamaan. Kapasitas harian secara teori dapat melonjak dari sekitar 400 kereta menjadi mencapai 1.000 kereta.
Kendati pasokan listrik bukan lagi kendala utama bagi pendatang baru, depo milik Eurostar di London hanya menyisakan ruang yang cukup untuk satu operator baru saja. Para kompetitor baru juga masih harus mengantongi berbagai kesepakatan izin penggunaan terowongan serta jaringan rel di Prancis, Belgia, dan Belanda.








