Daftar Isi
Ratusan pelaku perjalanan di sejumlah bandara utama Timur Tengah, termasuk Kairo, Kuwait City, Dubai, Riyadh, Jeddah, dan Istanbul, terdampak oleh gelombang gangguan penerbangan. Menurut laporan Travel And Tour World, situasi ini memicu 560 penundaan dan 95 pembatalan penerbangan serta menciptakan ketidakpastian bagi operasional maskapai internasional.
Bandara yang Mengalami Gangguan Terbanyak
Data bandara menunjukkan Bandara Internasional Dubai berada di urutan teratas dalam volume penundaan dengan mencatat 164 penerbangan tertunda dan tiga pembatalan. Istanbul menyusul dengan 91 penundaan dan dua pembatalan, sementara Jeddah melaporkan 84 penundaan serta 31 pembatalan. Di sisi lain, Sharjah mencatat 81 penundaan dan lima pembatalan, sedangkan Bandara Internasional Kairo mengalami 79 penundaan serta dua pembatalan.
Arab Saudi mencatatkan konsentrasi pembatalan tertinggi di antara tiga bandara yang terdaftar. Jeddah mencatat 31 pembatalan, Riyadh mengalami 29 pembatalan, dan Abha melaporkan satu pembatalan, sehingga total ketiganya mencapai 61 pembatalan. Sementara itu, Bahrain mencatat 12 pembatalan, Kuwait melaporkan enam pembatalan, dan Uni Emirat Arab mencatat delapan pembatalan di Dubai serta Sharjah.
Tekanan pada Maskapai Penerbangan
Data maskapai mengungkap tekanan operasional yang berbeda pada enam maskapai regional. Air Arabia mencatatkan volume dan persentase penundaan tertinggi dengan 78 penerbangan tertunda atau setara dengan tingkat penundaan sebesar 35 persen, serta lima pembatalan. Flydubai mencatat 59 penundaan yang mewakili 21 persen operasinya beserta dua pembatalan, sementara Saudia melaporkan 57 penerbangan tertunda dengan tingkat penundaan 12 persen dan delapan pembatalan.
Dalam hal tingkat pembatalan tertinggi, flyadeal melaporkan 17 pembatalan atau 9 persen dari total penerbangannya, serta 20 penundaan atau 10 persen. Gulf Air mengalami 12 pembatalan dengan tingkat pembatalan 8 persen dan lima penundaan. Flynas mencatat dua pembatalan dan 17 penundaan, dengan masing-masing tingkat pembatalan dan penundaan sebesar 1 persen dan 11 persen.
Panduan bagi Penumpang Terdampak
Data gabungan tersebut mencatat 655 penerbangan yang terpengaruh di sepuluh bandara, dengan Dubai mendominasi penundaan dan Arab Saudi memegang konsentrasi pembatalan terbesar. Meskipun demikian, data bandara dan maskapai merupakan kumpulan data terpisah yang tidak dapat dijumlahkan karena berpotensi mencakup penerbangan yang tumpang tindih.
Penumpang yang perjalanannya terganggu disarankan untuk memeriksa status penerbangan secara langsung melalui situs web atau aplikasi seluler maskapai penerbangan sebelum menuju bandara. Pelaku perjalanan yang mengalami pembatalan penerbangan harus menghubungi maskapai untuk membahas keberangkatan alternatif, penjadwalan ulang, serta pengaturan pengembalian dana, serta menyimpan konfirmasi pemesanan.
Seluruh angka gangguan tersebut dikompilasi oleh tim redaksi Travel And Tour World menggunakan catatan penerbangan waktu nyata yang diambil pada 1 November pukul 14.46 waktu ET Amerika Serikat dan 23.47 waktu GST, berdasarkan sumber utama dari FlightAware serta koresponden lokal.








