Wisata Alam

Kondisi Taman Nasional Tanjung Puting Membaik Usai Karhutla

Kondisi Taman Nasional Tanjung Puting Membaik Usai Karhutla

Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah mulai membaik usai terdampak kebakaran hutan dan lahan yang melahap area seluas 513,89 hektare per 13 Oktober 2026. Kondisi kawasan konservasi ini berangsur pulih setelah hujan turun di beberapa titik pada akhir Oktober.

Upaya Pengendalian Kebakaran Hutan

Penurunan titik api terpantau di sejumlah lokasi, antara lain Resor Pesalat, Resor Teluk Pulai, Resor Sungai Cabang, Resor Baung, dan Resor Sungai Perlu. Melalui akun Instagram resminya, @btn_tanjungputing, pengelola menjelaskan bahwa penanganan kebakaran tidak hanya mengandalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), tetapi juga mengerahkan pemadaman udara menggunakan water bombing.

Hingga saat ini, Satgas Darat masih terus bekerja di lapangan untuk melakukan pemadaman lanjutan, pendinginan, serta pembasahan pada area yang terbakar. Petugas juga menggiatkan patroli pencegahan demi mengantisipasi munculnya titik api baru.

Daya Tarik Ekowisata Tanjung Puting

Sebelum peristiwa kebakaran terjadi, kawasan yang terletak di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Seruyan ini terkenal dengan pesona wisata alamnya. Menurut Kementerian Perhubungan, Taman Nasional Tanjung Puting merupakan destinasi ekowisata yang dikenal luas sebagai pusat konservasi dan rehabilitasi orangutan terbesar di dunia.

Wisatawan yang berkunjung biasanya menikmati sensasi menjelajahi hutan tropis menggunakan perahu tradisional bernama klotok menyusuri Sungai Sekonyer. Pengunjung juga dapat merasakan pengalaman menginap di atas perahu sambil mengamati kehidupan orangutan liar dan beragam fauna lain di habitat aslinya.

Sebagai pusat konservasi, lokasi ini memiliki beberapa titik rehabilitasi populer seperti Camp Leakey, Pondok Tanggui, dan Tanjung Harapan. Tempat-tempat tersebut menjadi lokasi ideal bagi wisatawan untuk melihat secara langsung aktivitas pemberian makan atau feeding site bagi orangutan Kalimantan.

Saat ini, Satgas Darat tetap disiagakan untuk mengamankan seluruh area taman nasional agar potensi kemunculan titik api dapat ditekan sepenuhnya.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *