Kini berkebun tak harus menggunakan halaman yang luas karena masyarakat perkotaan dapat memanfaatkan balkon, teras, jendela, maupun sudut hunian untuk menanam berbagai jenis tanaman. Konsep bercocok tanam ini populer dengan sebutan urban gardening.
Manfaat dan Konsep Berkebun Mikro
Aktivitas urban gardening berfungsi sebagai sarana untuk mengoptimalkan ruang yang terbatas agar menjadi lebih produktif. Masyarakat dapat menanam tanaman hias, sayuran, buah-buahan, hingga tanaman herbal untuk memenuhi keperluan sehari-hari.
Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia atau FAO menyatakan bahwa konsep kebun mikro atau microgardening memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menanam berbagai variasi sayur, umbi, serta tanaman herbal pada ruang yang sempit seperti atap rumah, teras, maupun balkon. Sistem kebun mikro ini bahkan dapat dikerjakan pada area seluas kurang lebih satu meter persegi dengan memakai media tanam atau wadah yang sederhana.
Metode Urban Gardening
Terdapat sejumlah cara yang dapat diaplikasikan guna memulai urban gardening, yang disesuaikan dengan situasi serta ukuran ruang yang ada. Pendekatan pertama adalah berkebun memakai pot, yang menjadi salah satu opsi paling mudah bagi pemula. Tanaman dapat dimasukkan ke dalam wadah, pot, atau ember yang dilengkapi lubang drainase, dengan jenis tanaman seperti tomat, cabai, terung, selada, serta berbagai tanaman herbal. Metode berikutnya adalah vertical gardening.








