Gravity Haus mengintegrasikan kamar hotel, fasilitas ruang kerja, serta pusat kebugaran guna membantu masyarakat menyeimbangkan waktu antara pekerjaan, keluarga, dan aktivitas luar ruang. Pertumbuhan perusahaan ini bergantung pada kemampuan mereka mengamankan serta menyesuaikan properti di kawasan pegunungan yang sangat kompetitif.
Pemanfaatan Properti oleh Anggota
Salah satu pola penggunaan fasilitas yang paling menonjol melibatkan pengunjung yang tidak menginap di lokasi tersebut. Pendiri sekaligus CEO Gravity Haus, Jim Deters, menjelaskan contoh seorang orang tua yang berkendara dari kawasan Denver, mengantar anak-anaknya ke sekolah ski, lalu memanfaatkan keanggotaannya untuk menjadikan properti tersebut sebagai basis aktivitas harian.
Di tempat ini, anggota dapat bekerja, bermain ski, berolahraga di pusat kebugaran, menikmati makanan, sekaligus menghindari kemacetan lalu lintas. Pada sore hari, keluarga tersebut dapat langsung pulang kembali ke rumah tanpa harus menginap. Properti berfungsi dalam berbagai momen aktivitas harian tersebut, sementara perusahaan tetap memperoleh pemasukan dari pengunjung yang tidak memerlukan tempat tidur.
Model Bisnis di Destinasi Pegunungan
Menurut Deters, fleksibilitas layanan tersebut menjadi inti dari peluang bisnis yang ditawarkan oleh perusahaannya. Gravity Haus menggabungkan kamar hotel, ruang kerja bersama, dan fasilitas kebugaran di berbagai destinasi luar ruang serta pegunungan. Hingga kini, perusahaan mencatat kepemilikan sebanyak 13 properti yang tersebar di wilayah barat Amerika Serikat serta British Columbia dengan tujuan mempermudah gaya hidup pegunungan agar lebih selaras dengan rutinitas harian.








