Daftar Isi
Lombardia di Italia utara menempati peringkat pertama sebagai wilayah dengan risiko kerentanan panas tertinggi bagi penduduk lanjut usia di Eropa. Berdasarkan studi yang dirilis oleh penyedia perangkat lunak manajemen krisis Intersec pada September 2026, peringkat ini didasarkan pada kombinasi suhu ekstrem dan isolasi sosial.
Lombardia Pimpin Peringkat dengan Hampir 180.000 Lansia Tinggal Sendiri
Lombardia mencatatkan 179.421 penduduk berusia 85 tahun ke atas yang tinggal sendiri, atau 49,6 persen dari populasi kelompok usia tersebut di wilayah tersebut. Wilayah yang mencakup Milan, Bergamo, Brescia, dan Como ini juga mencatat rata-rata 25,6 malam tropis setiap tahunnya. Malam tropis sendiri didefinisikan sebagai kondisi ketika suhu minimum tetap berada di angka 20 derajat Celsius atau lebih.
Studi yang menggunakan data Eurostat ini menganalisis 249 wilayah di Eropa sebelum memfokuskan penilaian akhir pada 50 wilayah dengan suhu tinggi. Peneliti menggabungkan tiga indikator, yakni jumlah penduduk berusia 85 tahun ke atas yang tinggal sendiri, proporsi mereka dalam populasi regional, serta rata-rata malam tropis tahunan. Tujuh dari sepuluh wilayah paling rentan dalam daftar tersebut berada di Italia.
Lazio dan Sisilia Hadapi Tantangan Suhu Tinggi
Lazio, wilayah yang menaungi ibu kota Roma, berada di posisi kedua dengan 97.157 penduduk berusia 85 tahun ke atas yang tinggal sendiri, serta mengalami rata-rata 33,1 malam tropis per tahun. Sementara itu, Sisilia mencatatkan frekuensi malam tropis tertinggi di antara sepuluh wilayah yang tercantum, yakni rata-rata 85,2 malam tropis setiap tahun, disertai 81.183 lansia berusia 85 tahun ke atas yang hidup mandiri.
Wilayah Prancis, Provence-Alpes-Côte d’Azur, menduduki peringkat ketiga dengan 91.891 penduduk lansia yang tinggal sendiri dan 19,8 malam tropis tahunan. Emilia-Romagna berada di posisi keempat dengan 89.236 lansia hidup sendiri dan 34,6 malam tropis, disusul oleh Cataluña di Spanyol pada peringkat kelima dengan 82.912 lansia hidup sendiri serta 28,2 malam tropis per tahun.
Dampak bagi Industri Pariwisata dan Kesiapsiagaan Darurat
Temuan ini memberikan implikasi penting bagi industri pariwisata Eropa dalam hal kesiapan menghadapi cuaca panas, penyediaan informasi pengunjung yang mudah diakses, serta komunikasi darurat. Pelaku usaha di sektor perhotelan, pelancongan, dan atraksi wisata didorong untuk menyediakan fasilitas pendingin yang memadai, area tunggu yang teduh, serta jadwal kunjungan yang fleksibel bagi pelancong yang lebih tua.
Intersec menekankan pentingnya penggunaan sistem peringatan darurat berbasis lokasi untuk menjangkau komunitas rentan. Peringatan multibahasa melalui SMS publik dan koordinasi yang erat antara organisasi pariwisata serta otoritas manajemen darurat dinilai dapat membantu mengurangi ketidakpastian bagi penduduk lokal maupun wisatawan internasional selama cuaca parah.








