Turki Majukan Proyek Modernisasi Jalur Kereta Koridor Tengah
Turki mempercepat program modernisasi jaringan kereta api yang membentang dari Divriği hingga perbatasan Georgia untuk memperkuat jalur transportasi internasional antara Eropa dan Asia. Inisiatif yang dikelola Direktorat Jenderal Investasi Infrastruktur (AYGM) ini didukung pendanaan senilai US$660 juta dari World Bank dan US$250 juta dari Asian Infrastructure Investment Bank.
Peningkatan Infrastruktur dan Dukungan Finansial
Proyek ini mencakup rehabilitasi jalur rel, elektrifikasi, peningkatan sistem sinyal, telekomunikasi, serta infrastruktur pendukung di sepanjang seksi timur Koridor Tengah. Berdasarkan laporan Travel And Tour World, jaringan ini menghubungkan Turki dengan Georgia dan Azerbaijan sebagai bagian dari Sistem Transportasi Trans-Kaspia. Otoritas infrastruktur Turki telah membuka tahap pengadaan pada Oktober 2026 bagi perusahaan konstruksi yang memenuhi syarat dengan batas akhir penyerahan proposal pada 22 Desember 2026. Konstruksi dijadwalkan memakan waktu sekitar empat tahun setelah penandatanganan kontrak yang relevan.
Komitmen finansial internasional untuk Proyek Pembangunan Kereta Api Koridor Tengah Turki bagian timur ini mencapai total US$910 juta dari World Bank dan Asian Infrastructure Investment Bank, dengan keterlibatan tambahan dari Islamic Development Bank dan Pemerintah Turki. Menurut World Bank, pembiayaan tersebut disalurkan untuk mengatasi keterbatasan kapasitas, mengurangi dampak lingkungan, serta meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasional.
Baca Artikel Lainnya
- Jelajahi Pesona Vietnam dengan Pilihan Tur Mister Aladin ›
- Duka Selimuti Bromo Usai Enam Petugas Gugur Padamkan Karhutla ›
- Jejak Rel Kereta Kolonial di Balik Wajah Kota Indonesia ›
- Thailand Gencar Tambah Hotel dan Penerbangan Meski Wisatawan Turun ›
- Aturan Bebas Visa Uzbekistan 2026 dan Paspor Baru ›
- 5 Tanaman Hias Pembawa Rezeki dan Hoki ke Dalam Rumah ›
Target Kapasitas Kargo dan Waktu Tempuh
Program modernisasi ini menargetkan peningkatan kapasitas angkut kargo tahunan dari sekitar 750.000 ton menjadi hingga 20 juta ton. Selain itu, waktu perjalanan kereta barang antara perbatasan Georgia dan Divriği diproyeksikan turun dari sekitar 55 jam menjadi 22 jam setelah seluruh perbaikan selesai. Kendati demikian, pencapaian kapasitas maupun waktu tempuh tersebut masih merupakan target operasional masa depan yang bergantung pada penyelesaian konstruksi serta permintaan komersial.
Dari sisi lingkungan, elektrifikasi jalur yang sebelumnya bergantung pada lokomotif diesel ini diproyeksikan dapat membantu menghindari emisi karbon sekitar 72.332 ton pada tahun 2030 dan 245.835 ton per tahun pada tahun 2060. Proyek ini juga mencakup pembangunan ketahanan iklim seperti sistemdrainase dan penghalang salju untuk menghadapi tantangan geografis pegunungan di Turki timur, di mana sekitar 600.000 penduduk tinggal di sepanjang koridor kereta tersebut.
Tahap selanjutnya dari proyek ini melibatkan evaluasi proposal konstruksi dan penyelesaian perjanjian kontrak sebelum kegiatan rekayasa dilanjutkan sesuai jadwal yang disetujui.


