Wisata Alam

Salju Pertama Gunung Fuji Akhirnya Turun Meski Terlambat

Salju Pertama Gunung Fuji Akhirnya Turun Meski Terlambat

Puncak Gunung Fuji di Jepang mulai diselimuti salju pertama musim ini sejak Jumat (30/10/2026). Kemunculan salju tersebut mengakhiri masa tunggu setelah mencatatkan keterlambatan nyaris satu bulan jika dibandingkan dengan rata-rata tahunan.

Metode Pengamatan Baru Menggunakan Satelit

Badan Meteorologi Jepang mengonfirmasi titik salju tersebut berdasarkan data radar dan satelit cuaca Himawari. Turunnya salju pertama tahun ini tercatat 28 hari lebih lambat dari rata-rata tahunan dan tujuh hari lebih lambat dibandingkan tahun 2025. Meski demikian, perbedaan waktu tersebut tidak bisa dibandingkan secara langsung karena adanya perubahan metode pemantauan.

Mulai tahun ini, pihak berwenang mengoperasikan data radar dan satelit cuaca untuk mengidentifikasi keberadaan salju secara presisi sekaligus meringankan beban kerja petugas lapangan. Seperti dilaporkan Kyodo News pada Minggu (1/11/2026), petugas di Observatorium Kofu sebelumnya diwajibkan melakukan pengamatan visual secara langsung ke arah puncak Gunung Fuji.

Observatorium Kofu sendiri terletak cukup jauh, yakni berjarak sekitar 40 kilometer dari Gunung Fuji. Jarak yang signifikan tersebut kerap menjadi kendala utama pengamatan visual saat cuaca buruk, hujan, atau kabut tebal menutupi pandangan petugas.

Suhu Puncak Mencapai Minus 6,3 Derajat Celsius

Berdasarkan rekaman data radar, endapan salju dengan ketebalan minimal 1 sentimeter terdeteksi pada pukul 08.00 waktu setempat pada 30 Oktober. Pada saat fenomena itu berlangsung, suhu udara di puncak Gunung Fuji yang berketinggian 3.776 meter di atas permukaan laut berada pada angka minus 6,3 derajat Celsius.

Di hari yang sama, Pemerintah Kota Fujiyoshida yang terletak di kaki gunung juga menerbitkan pengumuman resmi mengenai munculnya salju pertama setelah melakukan verifikasi secara langsung dari wilayah mereka.

Pemerintah Kota Fujiyoshida telah konsisten merilis pengumuman salju pertama sejak 2006. Langkah ini diambil guna membackup laporan resmi apabila pandangan petugas Observatorium Kofu terhalang oleh faktor cuaca.

“Kami berharap semua orang dapat menikmati pemandangan indah saat salju semakin menyelimuti gunung,” pernyataan Pemerintah Kota Fujiyoshida.

Dengan hadirnya teknologi pengamatan baru ini, sistem pencatatan fenomena cuaca di Gunung Fuji diharapkan menjadi jauh lebih akurat tanpa perlu bergantung sepenuhnya pada pengamatan jarak jauh dari daratan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *