Sebuah rekaman audio pengendali lalu lintas udara menunjukkan seorang petugas ATC di Bandara LaGuardia, New York, memarahi pilot Southwest Airlines setelah salah melakukan manuver. Insiden yang melibatkan pesawat Boeing 737-800 itu terjadi pada Selasa, 3 November 2026, sekitar pukul 19.00 waktu setempat.
Kronologi Insiden di Jalur Taksi
Menurut rekaman dari kanal YouTube You can see ATC, pesawat Southwest dengan nomor penerbangan 4541 sedang bersiap untuk terbang menuju Dallas Love Field dan mendapat izin untuk meluncur menuju landasan. Petugas ATC memberikan instruksi kepada pilot untuk menuju landasan 13, memberikan jalan kepada pesawat Embraer E170 di sebelah kiri, meluncur melalui jalur L, B, G, serta berhenti sebelum landasan 22.
Pilot kemudian mengonfirmasi instruksi tersebut dan mulai menggerakkan pesawat. Namun, pesawat Southwest justru memotong jalur Embraer E170 yang seharusnya mereka beri jalan.
Melalui percakapan radio, petugas ATC menanyakan apakah pilot telah memberikan jalan kepada pesawat yang dimaksud. Sang pilot menjawab bahwa mereka melihat pesawat yang berbeda dan meminta kejelasan posisi.
Petugas ATC kemudian meminta pesawat Southwest untuk berhenti dan menanyakan pesawat jenis Embraer yang mereka perhatikan sebelumnya. Setelah pilot menyebutkan pesawat bercorak warna Delta di sebelah kiri, petugas membenarkan bahwa pesawat itulah yang mereka potong jalurnya.
Petugas ATC lantas meminta kru penerbangan tersebut untuk mencatat nomor telepon guna melaporkan kemungkinan adanya pelanggaran oleh pilot atau pilot deviation. Tidak lama kemudian, petugas tersebut juga menyiarkan di frekuensi radio bahwa kru Southwest tampak bertindak semaunya sendiri.
Respons dan Analisis Kejadian
Kesalahan tersebut diyakini murni terjadi karena kebingungan memahami susunan kata dalam instruksi petugas, bukan kesengajaan. Susunan instruksi yang menempatkan perintah memberi jalan setelah penyebutan landasan dinilai kurang jelas dalam menentukan posisi pesawat yang harus dihindari.
Meski demikian, tindakan petugas ATC menuai sorotan karena dinilai bersikap tidak profesional dan terlalu fokus memojokkan pilot di frekuensi publik. Petugas tersebut menghentikan arus lalu lintas udara semata-mata untuk memenangi perdebatan, memberikan nomor telepon pelanggaran, serta melontarkan komentar bernada menghina, alih-alih menyelesaikan masalah di luar frekuensi radio agar lalu lintas bandara tetap lancar.







