Pesona Telaga Warna Dieng dari Ketinggian Pagi Hari
Perjalanan dini hari dari Bandung langsung terbayar lunas saat mata disuguhi dua telaga berwarna hijau dan toska terhampar di Telaga Warna Dieng dari sebuah titik pandang pada Jumat (23/10/2026) pagi.
Menikmati Pemandangan dari Titik Pandang
Kabut tipis masih menggantung di antara bukit ketika penulis bersama Raihan (21) berhenti di sebuah titik pandang seperti dilaporkan Travel – Detikcom. Dari sana, Telaga Warna terhampar di bawah, hijau terang di satu sisi dan toska tenang di sisi lain, dipagari pepohonan pinus yang rapat.
“Dari atas begini kelihatan jelas, ya,” kata Raihan sambil menunjuk ke bawah.
“Warnanya benar-benar beda di tiap sisi,” tambahnya.
Telaga yang lebih besar tampak berwarna hijau segar, hampir seperti hamparan lumut yang disinari matahari. Di sampingnya, telaga yang lebih kecil kelihatan jernih dan kalem dengan warna toska pucat. Keduanya hanya dipisahkan jalur sempit yang ditumbuhi pohon dan semak, sehingga pertemuan dua warna itu dari jauh terlihat seperti garis yang sengaja digambar.
Baca Artikel Lainnya
- Infrastruktur Pariwisata Pesisir Pasifik Tunjukkan Progres ›
- Pesona Gunung Ciremai dari Desa Argalingga Majalengka ›
- 6 Destinasi di AS untuk Berburu, Memancing, dan Mencari Makanan Liar ›
- Menelusuri Jejak Gurita Maya dan Praktik Lestari di Yucatán ›
- Menelusuri Jalur Bekas Tambang Sabak di Snowdonia Wales ›
- Perburuan Bulu Babi Ungu di Pesisir Sonoma California ›
Udara dingin pagi Dieng membuat napas mengepul, sementara mata menyusuri lereng-lereng di seberang telaga yang dipenuhi kebun sayur berundak-undak rapi. Di sela-selanya, atap rumah warga menyembul dari balik kabut, di bawah bukit-bukit menjulang berlapis-lapis dan langit yang bersih tanpa awan.
Aktivitas Vulkanik dan Keindahan Tepi Telaga
Bau belerang tercium samar dibawa angin tak lama kemudian, yang dijelaskan sebagai penyebab warna telaga bisa berubah-ubah akibat kandungan belerang dari aktivitas vulkanik Dataran Tinggi Dieng. Pagi itu, warna hijau tampil paling menonjol pada air telaga.
Perjalanan dilanjutkan dengan menuruni jalur setapak menuju tepi telaga yang permukaannya tampak tenang memantulkan siluet pepohonan. Suara burung bersahutan dari balik pinus dan kabut yang perlahan naik dari lembah membuat bukit di kejauhan tampak semakin lembut.
“Rasanya tenang banget di sini,” ujar Raihan pelan.
“Capek perjalanan dari Bandung langsung terbayar,” kata dia lagi.
Menjelang pukul sembilan, matahari naik makin tinggi dan hijau telaga tampak kian cerah menyuguhkan lanskap utuh yang membuat pengunjung betah berlama-lama.


