Perusahaan penyedia teknologi perjalanan Amadeus menilai bahwa integrasi agen kecerdasan buatan (AI) dalam platform pemesanan akan memperkuat model sistem distribusi global (GDS). Pernyataan tersebut disampaikan oleh Chief Financial Officer Amadeus, Carol Borg, dalam panggilan konferensi laporan keuangan kuartal ketiga pada Jumat (6/11).
Integrasi Platform AI dan Peran Perantara
Tanggapan tersebut muncul setelah seorang analis mempertanyakan keputusan platform AI milik Meta, Muse, yang menggunakan layanan Duffel ketimbang Amadeus untuk memproses pemesanan penerbangan. Borg menjelaskan bahwa kemitraan antara Muse dan Duffel justru memvalidasi pandangan Amadeus bahwa platform AI akan mengandalkan aggregator ketimbang membangun infrastruktur pemesanan mandiri.
Menanggapi kekhawatiran mengenai pergeseran peran GDS akibat hadirnya teknologi baru tersebut, Borg menegaskan bahwa skema tersebut tidak menggeser model bisnis yang ada. “It actually reinforces it,” ujar Borg.
Persaingan Distribusi Penerbangan
Meskipun Amadeus memandang positif dinamika tersebut, Duffel merupakan pihak yang memegang kerja sama langsung dengan Muse. Seperti dilaporkan Skift pada September, Muse mengandalkan akses inventaris tiket pesawat melalui jaringan Duffel.
Saat ini, sejumlah perusahaan lain juga mulai mengambil peran serupa dalam menyediakan infrastruktur distribusi penerbangan, reservasi hotel, hingga penyelesaian transaksi pembayaran untuk platform berbasis AI.







