Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, menyatakan komitmennya untuk mengevaluasi keamanan akomodasi wisata khususnya di destinasi pariwisata dengan karakteristik alam yang rawan bencana. Langkah ini diambil menyusul terjadinya insiden tanah longsor yang menimpa tempat penginapan di wilayah setempat.
Evaluasi Menyeluruh Pasca-Longsor
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Mangupura, Senin, menyampaikan komitmen jajarannya dalam melaksanakan pemeriksaan secara menyeluruh. Upaya tersebut mencakup penilaian tingkat keamanan serta kondisi lingkungan di sekitar tempat penginapan guna menghindari dampak buruk dari ancaman bencana seperti tanah longsor.
Peningkatan faktor keamanan ini dijalankan sebagai respons atas peristiwa tanah longsor di Pelaga Eco Park, Desa Pelaga, Badung, yang merusak dan menimbun satu unit bangunan tempat menginap. Pemilik fasilitas kemah mewah tersebut mendapati kecurigaan bahwa terdapat dua orang tamu yang sedang berada di dalam kamar ketika material longsor menerjang.
Tim SAR gabungan terus melanjutkan operasi pencarian terhadap dua orang korban yang diduga tertimbun timbunan tanah hingga Senin sore. Proses pencarian tersebut tetap memperhitungkan kondisi medan di lapangan serta aspek keselamatan bagi para personel yang bertugas.
Pengembangan Wisata Alam dan Perizinan
Bupati Adi Arnawa menyebutkan bahwa musibah tersebut menjadi perhatian yang sangat serius bagi pemerintah daerah. Terlebih lagi, kawasan Badung Utara saat ini tengah gencar dikembangkan sebagai pusat pariwisata berbasis alam dan agrowisata.
Pelaksanaan evaluasi dinilai mendesak agar kejadian serupa tidak kembali memakan korban jiwa, baik di titik lokasi musibah maupun pada kawasan wisata lainnya di wilayah Badung. Pemerintah daerah juga memberikan apresiasi kepada seluruh elemen gabungan yang sigap merespons dan mencari korban, termasuk unsur Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga aparat TNI dan Polri.
Pemerintah Kabupaten Badung menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang terjadi dan menegaskan bahwa keselamatan setiap wisatawan yang menginap maupun menggunakan fasilitas pariwisata merupakan tanggung jawab bersama.








