Penerbangan dan layanan kereta api di seluruh Spanyol berpotensi menghadapi gangguan akibat aksi mogok kerja nasional yang dijadwalkan berlangsung pekan depan. Aksi mogok selama 24 jam ini digagas oleh dua serikat pekerja terbesar di Spanyol, yaitu UGT dan CCOO, yang telah menyepakati tanggal pelaksanaan protes untuk menyuarakan persoalan perumahan.
Dampak Terhadap Perjalanan dan Transportasi
Aksi unjuk rasa yang akan digelar pada 11 November tersebut merupakan aksi mogok nasional pertama yang didukung bersama oleh kedua serikat pekerja terbesar tersebut dalam kurun waktu 14 tahun terakhir. Seperti dilaporkan oleh The Independent Travel, aksi ini diperkirakan memicu gangguan perjalanan secara luas, termasuk berpotensi memengaruhi penerbangan, transportasi umum, serta berbagai layanan lokal.
Meskipun belum ada kepastian mengenai aksi mogok kerja spesifik dari sektor penerbangan, pengalaman dari aksi mogok nasional di Spanyol sebelumnya pernah melibatkan staf darat bandara, pengawas lalu lintas udara, serta awak kabin maskapai. Berdasarkan keterangan CCOO, perwakilan dari perusahaan pesawat terbang Airbus dan jaringan hotel Ilunion turut hadir dalam majelis gabungan yang menyerukan aksi mogok tersebut.
Media lokal juga memberikan peringatan mengenai potensi gangguan parah pada layanan kereta api, termasuk jalur Renfe, kereta kecepatan tinggi AVE, layanan kereta bawah tanah, serta bus lokal. Kota-kota besar seperti Madrid dan Barcelona diprediksi akan mengalami demonstrasi skala besar yang berpotensi memblokir jalan-jalan dan berdampak pada arus lalu lintas setempat.
Pemerintah Inggris melalui panduan perjalanan umumnya untuk Spanyol menyampaikan bahwa demonstrasi, pertemuan politik, atau pawai dapat berlangsung dengan sedikit pemberitahuan atau bahkan tanpa peringatan sama sekali, terutama di kawasan perkotaan. Pihak berwenang meminta warga negara Inggris agar mengikuti instruksi dari kepolisian dan otoritas setempat.
Pemerintah Inggris menambahkan bahwa kendati sebagian besar demonstrasi berjalan damai, terdapat risiko terjadinya kerusuhan atau kekerasan. Warga diingatkan untuk memantau situasi di sekitar jika berada di dekat area unjuk rasa dan segera menjauh apabila muncul tanda-tanda kericuhan.
Latar Belakang Krisis Perumahan di Spanyol
Aksi mogok ini dilatarbelakangi oleh rangkaian demonstrasi yang dipicu oleh penggusuran seorang perempuan berusia 87 tahun di Madrid yang telah tinggal di rumahnya selama tujuh dekade. Peristiwa tersebut menyoroti tekanan yang semakin berat bagi para penyewa jangka panjang di kota-kota besar Spanyol.
Lonjakan harga sewa, gentrifikasi, serta kelangkaan hunian yang terjangkau telah memicu ketegangan sosial dan politik di negara tersebut. Pihak UGT menyatakan dalam sebuah pernyataan resmi bahwa mereka menyerukan aksi mogok umum pada 11 November karena kelas pekerja sudah tidak mampu lagi membiayai perumahan.
Sementara itu, pihak CCOO menyatakan bahwa mereka telah menempatkan isu perumahan sebagai inti dari demonstrasi ini. Hal tersebut mengingat jutaan pekerja menghadapi kesulitan dalam membayar uang sewa atau mengakses hunian yang terjangkau, serta bagaimana kondisi ini menghalangi banyak generasi muda untuk hidup mandiri.
The Independent telah berupaya menghubungi kelompok bandara Spanyol Aena serta perusahaan kereta api Renfe, SNCF, dan Iryo untuk meminta tanggapan terkait rencana aksi mogok tersebut.








