Juniper Hotels Limited mengumumkan laporan keuangan belum diaudit untuk kuartal kedua yang berakhir pada 30 September 2026. Perusahaan pemilik dan pengembang hotel tersebut mencatat kenaikan total pendapatan sebesar 10 persen secara tahunan (YoY) menjadi 258,1 crore rupee.
Kinerja Keuangan Kuartal II dan Semester I
Pertumbuhan pendapatan tersebut didorong oleh peningkatan tarif kamar rata-rata (ARR) sebesar 9 persen dan pendapatan per kamar yang tersedia (RevPAR) sebesar 12 persen. Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) perusahaan tercatat sebesar 91,4 crore rupee, sementara laba bersih setelah pajak (PAT) melonjak 121 persen YoY menjadi 37,2 crore rupee.
Untuk akumulasi semester pertama, pendapatan total Juniper Hotels mencapai 510,3 crore rupee atau naik 10 persen. EBITDA pada periode tersebut tercatat sebesar 180,3 crore rupee, sedangkan laba bersih tumbuh 173 persen menjadi 70,4 crore rupee. Di sisi lain, utang bersih perusahaan menyusut menjadi 633 crore rupee, dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA berada di angka 1,4 kali dan pengembalian atas modal yang digunakan (ROCE) portofolio operasional sebesar 17 persen.
Ekspansi Portofolio dan Kemitraan Baru
Selain capaian finansial, perusahaan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengikat untuk menguisisi Novotel Imagicaa yang memiliki 287 kamar di dekat Mumbai senilai 248 crore rupee. Transaksi ini setara dengan nilai 86 lakh rupee per kamar di atas lahan seluas 11 ekar, yang berpotensi untuk perluasan ruang perjamuan serta reposisi aset.
Juniper Hotels juga memulai pembukaan awal (soft opening) Fase I Westin Bengaluru berkapasitas 238 kamar, yang menandai kemitraan baru dengan Marriott International. Pengembangan Fase II dari proyek ini akan menambah 275 kamar lagi di masa mendatang.
Seperti dilaporkan Today’s Traveller, Chairman dan Managing Director Juniper Hotels Limited, Arun Kumar Saraf, menjelaskan bahwa kinerja positif ini ditopang oleh efisiensi manajemen pendapatan dan kuatnya permintaan dari segmen perjalanan korporat, MICE, serta acara sosial. Penurunan biaya keuangan dan depresiasi juga memberi kontribusi besar terhadap peningkatan laba bersih.
Saraf menambahkan bahwa proyek yang akan datang, seperti Grand Hyatt Hotel di New Delhi dan Guwahati, menjadi bagian dari strategi jangka panjang bernama Juniper 2.0. Melalui langkah pengembangan dan akuisisi selektif tersebut, perusahaan menargetkan penggandaan jumlah inventaris kamar sekaligus EBITDA pada tahun fiskal 2030–2031.







