Daftar Isi
Gangguan penerbangan melanda kawasan Asia pada 1 November 2026, dengan catatan 371 pembatalan dan 3.663 penundaan penerbangan di berbagai bandara utama seperti Bangkok dan Kuala Lumpur, seperti dilaporkan Travel And Tour World. Situasi ini memicu waktu tunggu yang lebih panjang, hilangnya jadwal lanjutan, serta perubahan jadwal mendadak bagi para penumpang.
Bandara Utama Asia Catat Lonjakan Delay dan Pembatalan
Bandara Internasional Suvarnabhumi di Bangkok mencatat angka penundaan tertinggi di antara daftar bandara yang ada, yakni sebanyak 337 penundaan dan tiga pembatalan. Sementara itu, Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji Maharaj di Mumbai, India, menyusul dengan 237 penundaan serta 14 pembatalan, diikuti Bandara Internasional Pudong Shanghai yang mencatat 213 penundaan dan tujuh pembatalan.
Bandara Internasional Kuala Lumpur di Malaysia melaporkan 201 penundaan dan lima pembatalan, sedangkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta mencatat 178 penundaan serta 18 pembatalan. Bandara Ninoy Aquino di Manila juga mengalami 178 penundaan beserta 13 pembatalan, dan Bandara Indira Gandhi di Delhi mencatat 162 penundaan serta 12 pembatalan.
Sejumlah gerbang udara lain yang turut terdampak meliputi Guangzhou Baiyun dengan 136 penundaan dan sembilan pembatalan, Tokyo Narita dengan 134 penundaan serta empat pembatalan, dan Shenzhen Bao’an dengan 129 penundaan serta 13 pembatalan.
Tekanan Operasional di India dan Tiongkok
India menghadapi tekanan operasional yang signifikan di berbagai bandara metropolitan. Selain Mumbai dan Delhi, Bandara Internasional Kempegowda di Bengaluru melaporkan 77 penundaan dan 10 pembatalan, Bandara Internasional Navi Mumbai mencatat 25 penundaan dan 10 pembatalan, Bandara Internasional Cochin mencatat 24 penundaan serta delapan pembatalan, dan Pune melaporkan 16 penundaan serta tujuh pembatalan.
Dari sisi maskapai penerbangan di India, Akasa Air memimpin angka pembatalan dengan 38 pembatalan atau 15 persen dari penerbangan terlacak, serta 41 penundaan. SpiceJet mencatat 15 pembatalan dan 44 penundaan, sementara IndiGo hanya mengalami satu pembatalan namun mencatatkan 255 penundaan.
Di Tiongkok, jaringan penerbangan mengalami gangguan di Shanghai, Beijing, Guangzhou, Shenzhen, dan Xi’an. Bandara Internasional Xi’an Xianyang melaporkan 74 penundaan dan 16 pembatalan, Beijing Capital mencatat 113 penundaan dan sembilan pembatalan, Beijing Daxing mencatat 63 penundaan dan delapan pembatalan, Shanghai Hongqiao melaporkan 103 penundaan dan delapan pembatalan, serta Wuhan Tianhe mencatat 39 penundaan dan enam pembatalan.
Maskapai China Eastern Airlines melaporkan 24 pembatalan dan 292 penundaan, Shenzhen Airlines mencatat 18 pembatalan dan 74 penundaan, Tianjin Airlines merekam 13 pembatalan dan 38 penundaan, Hainan Airlines melaporkan 10 pembatalan dan 46 penundaan, XiamenAir mencatat delapan pembatalan dan 52 penundaan, serta Air China mencatat tujuh pembatalan dan 101 penundaan.
Dampak di Asia Tenggara dan Timur Tengah
Philippine Airlines melaporkan 12 pembatalan dan 67 penundaan, sedangkan PAL Express mencatat dua pembatalan dan 29 penundaan. AirAsia Malaysia mencatat 11 pembatalan dan 82 penundaan, Batik Air Indonesia merekam 11 pembatalan dan 35 penundaan, dan Bangkok Airways melaporkan tiga pembatalan serta 32 penundaan.
Di kawasan Timur Tengah, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh mencatat 23 pembatalan dan 15 penundaan. Saudia melaporkan 17 pembatalan dan 79 penundaan, Gulf Air di Bahrain mencatat tujuh pembatalan dan 14 penundaan, Bandara Internasional Dubai merekam 197 penundaan serta empat pembatalan, dan Air Arabia melaporkan tiga pembatalan serta 65 penundaan.
Berdasarkan analisis terhadap 44 maskapai, tercatat 2.340 penundaan dan 264 pembatalan dalam dataset terpisah. Drukair mencatat enam pembatalan dan 18 penundaan, Jetstar Japan melaporkan empat pembatalan dan 35 penundaan, All Nippon Airways mencatat satu pembatalan dan 150 penundaan, Jetstar mencatat tiga pembatalan dan 99 penundaan, SriLankan Airlines melaporkan dua pembatalan dan 32 penundaan, serta Uzbekistan Airways mencatat enam pembatalan dan 27 penundaan.
Panduan bagi Penumpang yang Terdampak
Wisatawan yang melalui bandara-bandara terdampak di Asia disarankan untuk memeriksa status penerbangan langsung kepada maskapai sebelum berangkat ke bandara. Penumpang yang menghadapi pembatalan dapat menghubungi pihak maskapai terkait alternatif penerbangan, pengembalian dana, atau pengaturan ulang pemesanan sesuai dengan kebijakan maskapai dan regulasi perlindungan penumpang.
Penumpang dengan penerbangan lanjutan perlu memverifikasi seluruh itinerary perjalanan mereka, khususnya saat melewati Mumbai, Bangkok, Shanghai, Manila, atau Kuala Lumpur. Bagi yang mengalami penundaan panjang, disarankan untuk menyimpan konfirmasi pemesanan, struk, serta pemberitahuan dari maskapai guna mendukung klaim penggantian atau asuransi.
Data gangguan penerbangan ini dihimpun dan ditinjau oleh tim redaksi Travel And Tour World berdasarkan informasi penerbangan waktu nyata yang tercatat pada 31 Oktober 2026 pukul 16.31 waktu ET atau 1 November 2026 pukul 04.32 waktu Filipina, dengan sumber primer dari FlightAware serta koresponden lokal.








