Pihak berwenang Polandia melaporkan aksi penembakan dari sebuah mobil di Main Market Square, Krakow, pada hari Sabtu yang menewaskan enam orang dan melukai sedikitnya 15 korban. Peristiwa di Polandia ini menjadi bagian dari rangkuman berita akhir pekan yang turut menyoroti gejolak politik di Paraguay serta dinamika pemilihan di Israel.
Penembakan di Krakow dan Pencopotan Presiden Paraguay
Kepolisian setempat berhasil menembak dan menangkap terduga pelaku di dekat lokasi kejadian di Krakow. Perdana Menteri Donald Tusk menyatakan bahwa tiga kerabat dari tersangka ditemukan tewas di kediamannya. Sementara itu, Kongres Paraguay melengserkan Presiden Santiago Peña pada hari Jumat menyusul kolapsnya Ueno Bank yang membekukan rekening bagi hampir tiga juta nasabah. Wakil Presiden Pedro Alliana kemudian menggantikannya, sementara seorang hakim memerintahkan penahanan terhadap Peña pada hari Sabtu setelah jaksa penuntut menjeratnya terkait keruntuhan bank tersebut, meski ia membantah melakukan kesalahan.
Di Israel, Presiden Isaac Herzog mengumumkan pada hari Sabtu bahwa ia telah memilih pemimpin oposisi Gadi Eisenkot untuk mencoba membentuk pemerintahan berikutnya. Eisenkot dijadwalkan menerima mandat formal pada hari Minggu untuk menyusun koalisi dalam waktu 28 hari setelah pemilu bulan lalu membuat bloknya dan kubu Binyamin Netanyahu gagal meraih mayoritas. Di Roseville, California, klub malam Onyx Club menyatakan manajer mereka mengusir seorang pria yang mengenakan ban lengan Nazi setelah terjadi konfrontasi pada malam Halloween, serta menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut.
Peringatan Peristiwa Bersejarah dan Arsip Masa Lalu
Edisi akhir pekan ini juga mengenang sejumlah peristiwa penting dari masa lampau menjelang tanggal 9 November, termasuk kenangan penyintas Holocaust Eva Geller yang meninggal dunia pada usia 90 tahun di sebuah rumah sakit di Sydney akibat luka dalam pembantaian Bondi Beach. Dalam esai arsipnya, S. F. Spira membagikan pengalaman pribadinya sebagai remaja 14 tahun di Wina saat peristiwa pogrom Kristallnacht yang dimulai pada 9 November 1938, ketika Nazi mulai melakukan teror sistematis terhadap warga Yahudi di Jerman dan Austria. Spira mengisahkan bagaimana keluarganya selamat berkat bantuan sejumlah warga non-Yahudi sebelum akhirnya berhasil mengungsi ke Inggris dan Amerika Serikat.
Catatan arsip lain mengenang insiden jatuhnya Tembok Berlin pada 9 November 1989 yang dipicu oleh kekeliruan juru bicara Politbiro Jerman Timur, Günter Schabowski, saat mengumumkan pelonggaran pembatasan perjalanan dalam sebuah konferensi pers. Keterangan tersebut mendorong ribuan warga Berlin Timur mendesak pos pemeriksaan hingga akhirnya komandan perbatasan Harald Jäger membuka gerbang di Bornholmer Straße. Selain itu, peristiwa pemadaman listrik massal Northeast Blackout pada 9 November 1965 turut diulas, di mana sekitar 30 juta penduduk di timur laut Amerika Serikat dan sebagian Ontario mengalami mati lampu hingga 13 jam akibat masalah pada relai pengaman di dekat Air Terjun Niagara.







