Akomodasi & Hotel

4 Tren Utama yang Mengubah Pengalaman Menginap di Hotel

4 Tren Utama yang Mengubah Pengalaman Menginap di Hotel
Daftar Isi
  1. Fokus pada Layanan Wellness dan Pemulihan Diri
  2. Eksplorasi Kuliner dan Budaya Lokal
  3. Penerapan Praktik Pariwisata Berkelanjutan

Fungsi akomodasi bagi wisatawan kini telah mengalami pergeseran makna. Hotel tidak lagi hanya dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat melepas penat setelah berwisata, tetapi juga menjadi pusat pengalaman yang menawarkan berbagai aktivitas personal sesuai minat tamu.

Fokus pada Layanan Wellness dan Pemulihan Diri

Managing Director Southeast Asia and Korea IHG Hotels & Resorts, Vivek Bhalla, menjelaskan bahwa segmen luxury dan lifestyle dalam dunia akomodasi berkembang makin spesifik. Wisatawan saat ini tidak hanya mempertimbangkan lokasi dan fasilitas, tetapi juga mencari pengalaman unik yang membawa perubahan positif bagi diri mereka.

Aspek kesehatan atau wellness serta pemulihan diri (longevity) menjadi salah satu perhatian utama. Vivek menyebut tren longevity berkembang sangat pesat di industri perhotelan. Untuk merespons kebutuhan tersebut, pihaknya menyiapkan Kimpton Suntaya Bali Ubud yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2026 dengan konsep penyegaran diri di tengah suasana alam Ubud.

Eksplorasi Kuliner dan Budaya Lokal

Selain kesehatan, pendekatan berbasis kebudayaan setempat dan ragam kuliner turut memperkaya pengalaman menginap. Hotel mengusung narasi lingkungan sekitar untuk memperkenalkan identitas destinasi kepada para tamu, seperti yang diterapkan pada merek Hotel Indigo melalui konsep neighbourhood storytelling.

Director of Operations Indonesia IHG Hotels & Resorts, Anil Pathak, menyampaikan bahwa pihak hotel menghubungkan sajian kuliner dengan prinsip kelestarian lingkungan. “Di sejumlah tempat, kami bekerja sama dengan petani untuk menggunakan hasil pertanian lokal melalui konsep farm-to-table,” ujar Anil seperti dilaporkan Liputan6.com.

Penerapan Praktik Pariwisata Berkelanjutan

Pengelolaan hotel modern kini juga makin berfokus pada praktik keberlanjutan. Upaya ini meliputi efisiensi daya listrik, penghematan penggunaan air, hingga pengelolaan sampah untuk menjaga kelestarian lingkungan destinasi dan menunjang kehidupan masyarakat lokal.

Komitmen tersebut diwujudkan IHG lewat program Journey to Tomorrow serta sistem pemantauan Green Engage, salah satunya dengan memanfaatkan sensor gerak guna menekan konsumsi energi. Anil menegaskan bahwa pengukuran yang teratur menjadi kunci penting agar pelaksanaan program ramah lingkungan dapat terpantau dan berjalan secara konsisten.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *