Daftar Isi
Sugar House Hotel di Winooski, Vermont, hadir sebagai terobosan baru dalam industri perhotelan dengan mengusung konsep operasional listrik penuh tanpa penggunaan gas. Proyek yang dikembangkan oleh Doug Nedde ini dirancang untuk mencapai sertifikasi LEED Zero Energy dengan efisiensi energi 54 persen lebih tinggi dibandingkan hotel standar seukurannya.
Inovasi Berkelanjutan dan Efisiensi Energi
Untuk mendukung operasional yang ramah lingkungan, hotel ini memanfaatkan tenaga surya dari atap bangunan serta sistem sumur geothermal yang terletak di area taman alam di sisi hotel untuk kebutuhan pemanas dan pendingin ruangan. Menurut Nedde kepada Matador Network, meskipun belum ada studi kasus ekonomi yang memastikan keuntungan investasi tambahan untuk sertifikasi LEED, ia meyakini bahwa langkah ini akan menjadi standar industri dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Pemodelan yang dilakukan Nedde memproyeksikan pengurangan energi pemanas sebesar 82 persen, energi HVAC sebesar 69 persen, serta penurunan emisi sebesar 65 persen dibandingkan hotel serupa. Selain itu, penggunaan perlengkapan air beraliran rendah membantu menjaga konservasi air, sementara air reklamasi digunakan untuk memulihkan lahan basah di Casavant Nature Park. Marriott, sebagai perusahaan hotel terbesar di dunia, telah memasukkan properti ini ke dalam koleksi Tribute Portfolio, yang menunjukkan kesiapan perusahaan untuk menguji model bisnis dengan dampak lingkungan yang lebih rendah.
Pengalaman Tamu dan Estetika Lokal
Desain interior hotel sangat menonjolkan elemen lokal, terutama pohon maple. Dua batang pohon maple besar menjadi aksen utama pada tangga dari lobi menuju area baca di lantai dua. Dinding di belakang meja resepsionis dihiasi dengan deretan stoples sirup maple, sementara perapian di lobi berbentuk menyerupai peta negara bagian Vermont. Setiap kamar diberi nama berdasarkan rumah produksi sirup maple (sugar house) di Vermont.
Tamu yang menginap dapat menikmati fasilitas seperti mesin es krim lunak rasa maple di lobi dan layanan transportasi menggunakan van listrik VW ID Buzz. Harga kamar di hotel ini dimulai dari sekitar 234 dolar AS per malam. Fasilitas lainnya mencakup pusat kebugaran, tempat pemandian anjing, serta ruang acara dan restoran Treetops di lantai atas yang menyajikan bahan-bahan lokal.
Keberlanjutan sebagai Investasi Jangka Panjang
Nedde memproyeksikan bahwa desain listrik penuh ini akan memangkas biaya energi hotel hingga 62 persen. Ia menekankan bahwa keberlanjutan tidak boleh hanya menjadi gimik pemasaran, melainkan investasi jangka panjang yang cerdas. Selain aspek energi, Nedde juga membangun kompleks perumahan terjangkau di sebelah hotel yang kini dihuni oleh sebagian staf hotel, guna mengurangi waktu perjalanan dan memberikan keterikatan bagi karyawan terhadap lingkungan tempat mereka bekerja.
Bagi Nedde, keberlanjutan mencakup aspek manusia dan sumber daya energi. Ke depannya, pihak hotel berencana menambah penawaran wisata lokal, termasuk pengalaman membuat sirup maple dan perjalanan kereta luncur melalui Casavant Nature Park. Melalui langkah ini, Sugar House Hotel diharapkan menjadi bukti nyata bahwa operasional hotel yang ramah lingkungan dapat berjalan efektif dalam skala besar.







