Wisata Alam

Menelusuri Pesona Alam Ontario dan Sejarah Seni Kanada

Menelusuri Pesona Alam Ontario dan Sejarah Seni Kanada
Daftar Isi
  1. Menjelajahi Taman Algonquin dan Warisan Seni
  2. Perspektif Suku Penduduk Asli
  3. Revisi Sejarah Melalui Seni Modern
  4. Akses Perjalanan dan Akomodasi

Kawasan Ontario di Kanada menawarkan pesona landscape alam yang megah, mulai dari perairan tenang hingga danau-danau yang dikelilingi pepohonan rimbun. Keindahan alam di wilayah ini tidak hanya menginspirasi seniman kenamaan dunia, tetapi juga menyimpan jejak sejarah panjang yang erat kaitannya dengan suku penduduk asli First Nations.

Menjelajahi Taman Algonquin dan Warisan Seni

Seperti dilaporkan The Independent, perjalanan menyusuri perairan Danau Canoe di Taman Algonquin memperlihatkan pemandangan pepohonan berwarna oranye, teal, dan hijau zamrud. Taman yang terletak di jantung Ontario ini berada di provinsi dengan jumlah danau terbanyak di Kanada dan menampung sekitar satu perlima dari total air tawar dunia.

Pemandangan di kawasan tersebut dipopulerkan oleh pelukis Tom Thomson melalui karya-karyanya seperti The Jack Pine yang dipajang di Galeri Nasional Kanada di Ottawa. Meninggalnya Thomson secara mendadak pada tahun 1917 di usia 39 tahun mendorong pembentukan “Group of Seven”, yaitu kolektif seniman yang memperkenalkan keindahan alam liar Kanada ke panggung internasional.

Perjalanan eksplorasi ini berawal dari Ottawa, tempat Festival Seni Tulip Kanada yang berlangsung pertengahan Mei menghiasi kota dengan warna merah tua, kuning, dan putih. Jejak sejarah suku asli Anishinaabe terasa di sepanjang aliran sungai Ottawa, hingga Kanal Rideau yang dibangun pada abad ke-19 dan dulunya merupakan area perburuan penting bagi First Nation Algonquin.

Perspektif Suku Penduduk Asli

Di dalam Taman Algonquin, terdapat monumen Tom Thomson Memorial Cairn yang ditandai dengan tiang totem berwarna mencolok. Tiang yang didirikan oleh siswa Camp Ahmek pada dekade 1930-an tersebut dinilai oleh biografer Roy MacGregor sebagai penanda yang kurang sesuai karena meniru gaya totem pantai barat Kanada, alih-alih mencerminkan cerita lokal Ontario.

Mantan pengelola tur sejarah lokal, Christine Luckasavitch, menjelaskan bahwa di Pusat Pengunjung Taman Algonquin kini dipajang sampan kulit kayu birch karya pembuat sampan Algonquin, Chuck Commanda. Peluncuran sampan tersebut di Danau Opeongo pada musim panas 2023 menjadi momen bersejarah setelah 100 tahun suku asli tidak menggunakan sampan buatan sendiri di danau tersebut.

Keluarga Luckasavitch dari kelompok Omàmìwininì dan Madaoueskarini Anishinaabe dipaksa pindah dari area taman pada tahun 1893 saat kawasan itu dijadikan lokasi industri kayu. Traces industri tersebut masih terlihat di 19 jalur pendakian taman. Lanskap alam ini juga menginspirasi lukisan lain, seperti karya Arthur Lismer berjudul Wood Interior, Algonquin Park dan lukisan Franklin Carmichael berjudul Snow Clouds.

“Thomson’s paintings do not tell the only story,” ujar Luckasavitch kepada The Independent. Ia menambahkan bahwa masyarakat suku asli juga melukis di kawasan tersebut menggunakan oker merah pada batu untuk menandai tempat suci, serta memanfaatkan peralatan kuarsa dan granit sebagai ekspresi pengetahuan dan ikatan mendalam mereka dengan alam.

Presiden dan CEO Indigenous Tourism Association of Ontario, Kevin Eshkawkogan, menambahkan bahwa kelompok Group of Seven sering melukis lanskap tanpa kehadiran manusia. Namun, lahan yang mereka lukis pada kenyataannya selalu dirawat oleh First Peoples yang menjaga keberlanjutan fungsi dan keindahan alam tersebut hingga kini.

Revisi Sejarah Melalui Seni Modern

Koleksi karya Group of Seven terbesar tersimpan di McMichael Canadian Art Collection di Kleinburg, Ontario. Kurator John Geoghegan menyampaikan bahwa para pelukis tersebut berperan membentuk identitas unik Kanada di antara Perang Dunia. Saat ini, galeri tersebut memamerkan karya historis berdampingan dengan seni kontemporer, termasuk karya seniman Two-Spirit Miss Chief Eagle Testickle (alter ego Kent Monkman) serta pameran Early Days yang mengangkat dialog Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (TRC).

Selain itu, gerakan seni suku asli juga berkembang melalui pelukis Ojibway Anishinaabe, Norval Morrisseau (Copper Thunderbird), yang mendirikan Professional Native Indian Artists Inc. (PNIAI) pada dekade 1970-an. Kelompok yang kerap dijuluki media Kanada sebagai “The Indian Group of Seven” ini melahirkan lukisan seperti The Protector dan menghadirkan seni lanskap menggunakan bahan seperti tulang, kayu, tekstil, hingga seni pertunjukan.

Nuansa budaya tersebut juga dapat dirasakan secara langsung di Mādahòkì Farm, tempat bertemunya tradisi dan kehidupan sehari-hari suku asli. Tempat ini memiliki tipi untuk berkumpul di musim panas, area ritual komunitas, serta kawanan kuda Ojibwe Spirit. Seniman dari suku Pikwakanagan First Peoples, Stephanie Sarazin, turut membagikan kisah mengenai tarian tradisional dan acara pow-wow kepada pengunjung.

Rangkaian karya seni modern dan tradisional ini melengkapi pandangan pelindung utama Group of Seven, Dr. James MacCallum, yang pernah menyebut bahwa Thomson dan rekan-rekannya berhasil menuangkan semangat Kanada ke atas kanvas kecil berukuran delapan kali sepuluh inci. Kini, kebersamaan karya suku asli dan non-suku asli memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai sejarah dan keindahan alam Kanada.

Akses Perjalanan dan Akomodasi

Penerbangan menuju Ottawa dapat diakses menggunakan layanan langsung AirTransat dari London Gatwick. Di Ottawa, wisatawan dapat mengawali kunjungan dari Museum Sejarah Kanada yang dirancang oleh arsitek Anishinaabe Douglas Cardinal dengan bentuk menyerupai Turtle Island, sebelum melanjutkan kunjungan ke Galeri Nasional Kanada.

Taman Algonquin berjarak sekitar 2,5 jam berkendara dari Ottawa. Sementara itu, galeri McMichael berjarak dua jam berkendara dari taman tersebut dan dijadwalkan dibuka kembali pada 2029, dilanjutkan dengan opsi kunjungan ke Art Gallery of Ontario di Toronto serta Arts and Letters Club. Untuk akomodasi, Killarney Lodge di Taman Algonquin menyewakan kabin tepi danau mulai dari 335 poundsterling per malam, sedangkan Fairmont Château Laurier di tepi Kanal Rideau menawarkan tarif kamar mulai dari 155 poundsterling.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *