Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) diprediksi bakal mengubah cara pekerja merencanakan dan memesan perjalanan bisnis di masa depan. Dalam sebuah forum teknologi di London yang dilaporkan Business Traveller, para pakar industri memaparkan skenario pemesanan perjalanan yang semakin praktis tanpa perlu membuka aplikasi khusus secara langsung.
Kemudahan Pemesanan Tanpa Membuka Aplikasi
UK Travel Manager untuk Havas, Roberta Iorizzo, menggambarkan skenario ketika seorang karyawan cukup berbicara kepada ponsel mereka untuk menentukan tujuan perjalanan. Sistem kemudian akan memberikan usulan rencana perjalanan (itinerary) secara otomatis.
“Alat pemesanan tersebut tidak akan terlihat, tetapi kemungkinan besar masih tetap ada di sana,” kata Iorizzo.
Sistem Utama Tetap Berjalan di Balik Layar
Chief Customer Officer di FCM Travel, Jo Lloyd, menjelaskan prediksi tersebut melalui contoh yang erat dengan aktivitas kerja harian. Saat seorang pekerja membuat agenda rapat di New York pada kalender kerjanya, sistem AI akan langsung memberikan petunjuk untuk memesan penerbangan yang biasa ia gunakan, lalu menampilkan saran jadwal pada kalender tersebut.
Meski proses di tingkat pengguna tampak makin sederhana, Lloyd menegaskan bahwa proses di balik layar tetap memegang peranan krusial. Penyedia layanan pemesanan masih harus beroperasi untuk mencari tarif terbaik yang tersedia, memastikan kepatuhan terhadap kebijakan perjalanan perusahaan, serta menyesuaikan reservasi jika terjadi perubahan jadwal rapat.
“Sistem dan proses dasar di balik layar akan tetap penting,” ujar Lloyd.








