Daftar Isi
Global Hotel Alliance (GHA) merilis laporan CEO Outlook 2027 yang menyoroti semakin kuatnya pengaruh kecerdasan buatan atau artificial intelligence dan program loyalitas dalam industri perhotelan. Laporan tersebut merangkum pandangan dari 30 CEO merek hotel global terkait ketahanan dan kemampuan sektor ini dalam beradaptasi menghadapi tantangan eksternal.
Optimisme Industri di Tengah Ketidakpastian
Meskipun 90 persen CEO mengidentifikasi ketidakstabilan geopolitik sebagai ancaman utama, sebanyak 67 persen dari mereka tetap merasa optimis terhadap pertumbuhan permintaan hingga tahun 2027. Temuan ini mencerminkan daya tahan industri perhotelan global dalam menghadapi berbagai tekanan eksternal.
Peran AI dalam Pemesanan Hotel
Teknologi kecerdasan buatan diproyeksikan mengubah lanskap perhotelan, di mana 90 persen CEO memprediksi dampak positif dari inovasi tersebut. Sebanyak 87 persen responden memperkirakan asisten berbasis AI akan bertransformasi menjadi saluran pemesanan hotel paling berpengaruh pada 2030 dan menggeser metode tradisional.
CEO GHA, Chris Hartley, menyatakan bahwa para pimpinan merek hotel memperkirakan platform digital milik hotel sendiri dan platform loyalitas akan memiliki pengaruh yang jauh lebih besar dibandingkan agen perjalanan daring (OTA) pada tahun 2030.
Program Loyalitas dan Pasar Internasional
Selain teknologi, program loyalitas juga muncul sebagai motor penggerak utama pertumbuhan bisnis perhotelan. Sekitar 83 persen CEO menilai program tersebut sangat penting untuk meningkatkan pendapatan, dengan CEO Pan Pacific Hotels Group, Choe Peng Sum, menyatakan bahwa loyalitas adalah cara terbaik untuk merawat para pelanggan.
Laporan yang sama turut menekankan arti penting perjalanan internasional, di mana 73 persen responden memperkirakan permintaan perjalanan luar negeri akan melampaui perjalanan domestik pada 2027. Amerika Serikat, India, dan China diidentifikasi sebagai pasar pertumbuhan utama, sementara Group CEO Corinthia Hotels, Simon Naudi, menyoroti berbagai peluang di kawasan Asia, khususnya India dan China.
Industri perhotelan kini bergerak menuju model di mana teknologi berperan memperkuat hubungan personal serta meningkatkan pengalaman menginap para tamu seiring dengan semakin sentralnya peran kecerdasan buatan dan program loyalitas dalam strategi bisnis hotel.








