Wisata Alam

Wisata Bempton Cliffs dan Upaya Konservasi Burung Laut

Wisata Bempton Cliffs dan Upaya Konservasi Burung Laut
Daftar Isi
  1. Populasi Burung Laut dan Pengalaman Wisatawan
  2. Sejarah Program Konservasi RSPB
  3. Dampak Ekonomi Lokal dan Akses Transportasi

Bempton Cliffs merupakan salah satu dari sekitar 220 cagar alam di Britania Raya yang dikelola oleh Royal Society for the Protection of Birds (RSPB). Lembaga nirlaba konservasi independen ini berakar dari gerakan abad ke-19 yang menolak penggunaan bulu burung dalam industri busana. Kini, cagar alam tersebut menjadi tempat bertemunya wisatawan dengan keanekaragaman satwa sekaligus pusat edukasi pelestarian lingkungan.

Di tengah maraknya ancaman lonjakan wisatawan pada berbagai destinasi dunia, kawasan cagar alam RSPB menggunakan model pengelolaan yang berbeda. Organisasi ini mengandalkan dana dari iuran anggota, donasi, hibah, serta pendapatan tiket masuk untuk mendanai operasionalnya. Langkah tersebut menjadikan setiap kunjungan wisatawan sebagai kontribusi langsung terhadap perlindungan habitat satwa, seperti dilaporkan oleh Matador Network.

Populasi Burung Laut dan Pengalaman Wisatawan

Antara Maret hingga Agustus setiap tahunnya, sekitar 500.000 burung laut berkumpul di sepanjang tebing kapur di pantai timur laut Inggris ini. Puncak musim pengamatan burung puffin Atlantik—yang diperkirakan mencapai 1.500 pasang biak—berlangsung dari Mei hingga Juni. Selain spesies yang dijuluki “badut laut” tersebut, kawasan tebing ini juga menjadi habitat bagi satu-satunya koloni burung gannet di daratan utama Inggris, serta populasi kittiwakes, guillemots, dan razorbills.

Kepala Operasi Pengunjung RSPB, Neil Boyes, menjelaskan bahwa membangun kedekatan antara manusia dan kehidupan liar sangat krusial dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan. “Merasakan kegembiraan mendengarkan kicauan burung atau mengamati kehidupan liar akan membangun ikatan emosional. Pada kenyataannya, orang-orang cenderung lebih ingin melindungi apa yang mereka cintai dan hargai,” ujar Boyes.

Untuk mencegah gangguan terhadap kehidupan satwa, pengelola cagar alam menyediakan rute khusus yang telah ditandai, gardu pandang, serta area pemantauan tersembunyi (*hides*). RSPB juga menyelenggarakan berbagai kegiatan interaktif, seperti tur pengamatan burung berpemandu, penjelajahan kolam, safari mamalia kecil, hingga program pelatihan penggunaan teropong binokular bagi pengunjung pemula maupun pengamat burung profesional.

Sejarah Program Konservasi RSPB

Upaya pelestarian burung oleh organisasi ini telah berlangsung lama. Cagar alam Minsmere di Suffolk didirikan pada 1947 setelah spesies burung avocet ditemukan kembali berkembang biak di kawasan pantai setempat pascapenggenangan lahan saat Perang Dunia II melalui “Operation Zebra”. Burung tersebut kini diabadikan sebagai logo resmi RSPB dan terdaftar dalam Daftar Kuning (*Amber List*) konservasi Britania Raya.

Langkah serupa terjadi pada 1954 dalam program “Operation Osprey” di Hutan Abernethy, yang kini menjadi bagian dari Taman Nasional Cairngorms di Skotlandia. Ketika sepasang burung elang tiram (*osprey*) bersarang setelah sempat punah sebagai burung pembiak di Britania Raya, para relawan dikerahkan untuk menjaga sarang tersebut sepanjang hari. Pembukaan lokasi Loch Garten setelahnya berhasil menarik 14.000 pengunjung dalam kurun waktu kurang dari dua bulan.

Saat ini, sekitar 12.000 relawan berkontribusi aktif mendukung kegiatan RSPB. Selain mendampingi pengunjung mengidentifikasi jenis burung, mereka menjalankan manajemen habitat dan survei ilmiah populasi satwa.

Setelah pengawalan advokasi selama 25 tahun oleh RSPB dan lembaga mitra, pemerintah akhirnya memberlakukan larangan penangkapan ikan sandeel secara industri pada 2024. Kebijakan ini diharapkan membantu memulihkan populasi burung puffin dan kittiwakes yang sebelumnya masuk dalam Daftar Merah (*Red List*) atau daftar spesies dengan tingkat ancaman kepunahan tertinggi di Britania Raya. Menurut Boyes, satu dari enam spesies di Britania Raya saat ini berada dalam risiko kepunahan, sehingga keterlibatan masyarakat menjadi hal yang sangat mendesak.

Dampak Ekonomi Lokal dan Akses Transportasi

Pengelolaan lebih dari 170 cagar alam RSPB yang terbuka untuk umum juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah sekitar. Data dari Invest East Yorkshire mencatat Bempton menerima 135.561 pengunjung pada 2025, naik 18 persen dibandingkan tahun 2024. Peningkatan jumlah wisatawan ini meningkatkan tingkat kunjungan pada restoran independen dan penginapan setempat.

Dalam hal aksesibilitas, kawasan cagar alam ini dapat dijangkau menggunakan transportasi umum. Wisatawan dapat memanfaatkan kereta api menuju stasiun terdekat, lalu melanjutkan perjalanan berjalan kaki sejauh satu mil menuju Bempton Cliffs, atau melanjutkan perjalanan ke wilayah pesisir terdekat seperti Filey dan Bridlington.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *