Sektor pariwisata Nusa Tenggara Timur (NTT) berupaya bangkit kembali menyusul gempa dahsyat bermagnitudo 7,7 yang melanda wilayah tersebut pada Agustus 2026. Pemerintah Kabupaten Kupang mengambil langkah strategis dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp5 miliar untuk membangun kampung adat di kawasan Amfoang sebagai destinasi wisata budaya.
Pengembangan Wisata Budaya di Amfoang
Bupati Kupang Yosef Lede menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah meninjau titik-titik potensial di Amfoang yang akan dijadikan tujuan wisata berbasis budaya serta kearifan lokal. Dana sebesar Rp5 miliar tersebut dialokasikan dalam APBD tahun 2027 mendatang.
Amfoang menyimpan potensi alam serta kebudayaan yang sangat besar, sehingga pengembangan kampung adat diharapkan mampu menarik minat wisatawan lebih banyak lagi, seperti dilaporkan Antara, Senin (2/11/2026).
Melalui langkah tersebut, masyarakat setempat diharapkan bisa merasakan dampak positif berupa peningkatan ekonomi dari aktivitas pariwisata dan usaha lokal. Selain itu, Yosef menyebutkan rencana pembangunan infrastruktur jalan menuju Amfoang Utara via kawasan Gunung Timau yang juga dijadwalkan mulai pengerjaannya pada 2027.
Penyaluran Bantuan Pertanian dan Nutrisi Anak
Dalam rangkaian kunjungan yang sama, Pemerintah Kabupaten Kupang turut membagikan bantuan berupa 10 ton benih padi dan jagung serta 500 kilogram pupuk kepada kelompok tani di kawasan Amfoang Raya. Pemulihan wilayah terdampak bencana ini juga didukung oleh sektor swasta melalui kolaborasi K-24 Grup dan Danone Indonesia.
Kedua perusahaan menyalurkan sebanyak 14.000 produk nutrisi anak siap minum merek Bebelac untuk warga terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada Ketua TP PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena.
General Secretary Director Danone Indonesia, Agung Laksamana, mengatakan bahwa proses pemulihan pascabencana menuntut perhatian secara terus-menerus dan gotong royong agar bantuan tepat sasaran sesuai kebutuhan warga.
Pendapat serupa disampaikan oleh Founder dan CEO K-24 Group, dokter Gideon Hartono, yang menilai sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat sangat krusial dalam mempercepat masa pemulihan bencana. Kerja sama ini sendiri merupakan kelanjutan dari program pencegahan stunting di Kupang yang telah dilaksanakan pada Juli 2026 lewat kegiatan edukasi dan pemeriksaan tumbuh kembang anak.







