Kapasitas kapal pesiar ke Antartika mengalami pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan ketersediaan tenaga pemandu berpengalaman. Sejumlah veteran industri kepemanduan menilai kondisi tersebut berdampak pada keamanan dan aktivitas wisatawan di destinasi ekstrem tersebut.
Pertumbuhan Kunjungan Wisatawan
Antartika kini menjadi destinasi impian yang semakin mudah dikunjungi oleh para pelancong kelas atas yang mencari pengalaman langka. Berdasarkan data International Association of Antarctica Tour Operators (IAATO), jumlah kunjungan wisatawan meningkat drastis dari sekitar 8.000 orang pada awal dekade 1990-an menjadi kurang lebih 122.000 pengunjung pada musim 2023–2024.
Sebuah proyeksi memperkirakan jumlah pengunjung dapat melonjak hampir empat kali lipat dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, mencapai lebih dari 450.000 orang pada musim 2033–2034 jika tren pertumbuhan tersebut berlanjut.
Penambahan Armada Kapal
Seiring dengan tingginya permintaan pasar, perusahaan operator tur memperbesar armada kapal mereka. Lindblad Expeditions tercatat memiliki dua kapal polar pada tahun 2019 dan kini telah mengoperasikan dua kapal tambahan yang selesai dibangun. Sementara itu, dokumen perusahaan menunjukkan bahwa Viking saat ini mengoperasikan dua kapal ekspedisi untuk wilayah kutub dengan dua kapal lainnya masih dalam pemesanan.
Menurut Jonathan Zaccaria, sebagian besar kapal pesiar tersebut dipesan sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia. Kendati para veteran industri mengkhawatirkan penurunan kualitas dan standar keamanan akibat berkurangnya tenaga ahli, pihak industri pariwisata membantah adanya penurunan standar tersebut di tengah ketiadaan otoritas tunggal yang dapat membatasi pertumbuhan kunjungan di benua yang diatur melalui konsensus ini.








