Kota Hyderabad di India terkenal dengan hidangan biryani, tetapi wilayah ini juga memiliki ragam camilan tradisional khas Deccan yang kurang populer bagi wisatawan umum. Salah satu kuliner khas tersebut adalah lukhmi, camilan berbentuk persegi yang digoreng krispi dengan isian daging kambing cincang berbumbu (mutton keema). Keberadaan jajanan ini dilaporkan kian menyusut di pasaran karena masa simpannya yang singkat dan cenderung lebih sulit disimpan dibandingkan samosa.
Karakteristik dan Cara Pembuatan Lukhmi
Nama lukhmi diambil dari kata dalam bahasa Arab, luqma, yang berarti gigitan. Meski sekilas tampak menyerupai saudara dari samosa, camilan berukuran sepalam tangan ini menyajikan cita rasa bumbu khas Deccan yang berbeda. Seperti dilaporkan Travel Diary, bagian luar lukhmi memiliki tekstur renyah berserat, sementara bagian dalamnya dipenuhi isian gurih.
Proses pembuatannya diawali dengan menguleni tepung maida bersama minyak samin (ghee) dan curd (yoghurt). Adonan tersebut kemudian didiamkan selama 15 menit agar menghasilkan kulit yang renyah saat digoreng. Untuk isiannya, daging kambing cincang dimasak bersama potongan bawang bombai, pasta jahe-bawang putih, cabai hijau, kunyit, garam masala, serta bubuk cabai.
Setelah isian siap, adonan dipipihkan, dipotong berbentuk persegi, diisi daging, lalu dirapatkan tepinya. Lukhmi kemudian digoreng hingga berwarna kuning keemasan dan disajikan segera dalam kondisi hangat untuk menjaga kerenyahannya.
Nilai Budaya dan Lokasi Penjualan
Secara tradisi, lukhmi menjadi hidangan pembuka yang disajikan bersama seekh kebab dalam pesta pernikahan warga Hyderabad. Jajanan ini juga menjadi menu favorit saat berbuka puasa di bulan Ramadan, dengan resep yang diwariskan secara turun-temurun dalam keluarga di kawasan Old City.
Blogger kuliner Ashfaq Ahmed membagikan pengalamannya mengenai perbedaan tekstur makanan tersebut. “Versi buatan rumah lebih lembut, sementara lukhmi di pesta pernikahan lebih berlapis dan renyah,” kata Ashfaq Ahmed kepada Travel Diary.
Meskipun lukhmi berisi daging kambing cincang asli semakin jarang ditemukan, jajanan ini masih bisa ditemui di beberapa lokasi seperti Azampura dan Chaderghat di kawasan Old City. Tempat lain yang menyediakannya antara lain Red Rose Restaurant di Somajiguda yang membuatnya dalam jumlah terbatas setiap pagi, Bismillah Hotel, serta kedai bersejarah seperti Grand Hotel, Alpha Hotel, dan Paradise. Sementara itu, Hotel Shadab kini hanya menyediakan versi vegetarian.
Selain variasi klasik berbahan daging kambing cincang, saat ini lukhmi juga dibuat dalam variasi modern seperti isian daging ayam cincang yang lebih terjangkau serta isian kentang (aloo) untuk opsi vegetarian.








