Wisata Alam

Sensasi Jelajah Taman Nasional Utah di Malam Hari

Sensasi Jelajah Taman Nasional Utah di Malam Hari
Daftar Isi
  1. Menelusuri Hickman Bridge di Capitol Reef
  2. Berburu Kalajengking di Dead Horse Point
  3. Mendayung Kayak di Sand Hollow State Park

Mengunjungi taman nasional di malam hari memberikan pengalaman petualangan yang berbeda dibanding kunjungan siang hari. Seperti dilaporkan Condé Nast Traveler, kawasan taman nasional dan taman negara bagian di wilayah Utah Selatan, Amerika Serikat, kini semakin intensif menawarkan aktivitas wisata malam untuk memperlihatkan sisi lain lanskap gurun yang jarang diketahui wisatawan.

Utah memiliki konsentrasi tempat berpredikat International Dark Sky Place tertinggi di dunia, termasuk lima taman nasional utamanya yang dikenal sebagai Mighty 5: Zion, Arches, Canyonlands, Capitol Reef, dan Bryce Canyon. Saat musim panas, jutaan turis memadati kawasan ini—Zion mencatat lebih dari 1,4 juta pengunjung pada periode Juni hingga Agustus 2026, sementara Arches mencatat lebih dari 445.000 pengunjung pada musim yang sama. Namun ketika matahari terbenam, suhu udara membaik dan kerumunan wisatawan mereda, membuka kesempatan untuk menjelajahi area terlindungi tersebut di bawah kegelapan malam.

Pada akhir September, seorang jurnalis Condé Nast Traveler bersama rekannya, Sarra, melakukan perjalanan darat selama seminggu yang menghubungkan empat taman nasional dan tiga taman negara bagian di Utah. Mereka sengaja menyimpan energi di siang hari untuk melakukan ekspedisi malam.

Menelusuri Hickman Bridge di Capitol Reef

Sekitar pukul 21.00, perjalanan dimulai di Capitol Reef National Park bersama panduan Samuel dan Suzanne Francis, pasangan pemilik pemandu wisata Western Whiptails Adventures. Mereka melintasi jalur sepanjang 1,8 mil (sekitar 2,9 km) pergi-pulang menuju Hickman Bridge, sebuah lengkungan batu pasir alami.

Jalur tersebut diawali dengan tanjakan tajam berbelok-belok, melintasi area datar, lalu menyempit menanjak hingga memerlukan sedikit panjat batu. Dalam kondisi siang hari, jalur ini umumnya ditempuh dalam waktu 1,5 jam. Samuel mengungkapkan bahwa panorama Capitol Reef menampilkan karakter yang sama sekali berbeda ketika malam tiba.

Di sepanjang jalan, udara diwarnai aroma pohon pinon dan juniper Utah serta suara serangga malam. Suzanne menunjukkan petroglif kuno dan situs tempat suku Fremont pernah menyimpan jagung. Selama perjalanan, Samuel menjelaskan bahwa kawasan tersebut menjadi rumah bagi berbagai hewan nokturnal dan krepuskular, seperti kelelawar, tikus kangguru, kelinci ekor kapas gurun, rubah, domba bighorn gurun, rusa mule, hingga spesies langka ringtail.

Di bawah paparan sinar bulan yang terang, rombongan akhirnya tiba di bawah lengkungan Hickman Bridge. Suzanne menuturkan bahwa meskipun ia sudah sering melihat jembatan batu tersebut pada siang hari, pemandangan di malam hari terasa jauh lebih memukau.

Berburu Kalajengking di Dead Horse Point

Pengalaman berbeda ditawarkan oleh Dead Horse Point State Park. Taman negara bagian ini terkenal dengan pemandangan ngarai batuan merah, namun program malam harinya juga sangat beragam. Dengan biaya masuk 20 dolar AS, pengunjung bisa mengikuti kegiatan berburu kalajengking, pengamatan bintang, jalan-jalan matahari terbenam, dan ceramah astronomi.

Petugas informasi publik Utah State Parks, Ally O’Rullian, menjelaskan bahwa program edukasi alam di Dead Horse Point telah mencakup pengamatan langit gelap sejak pertengahan 1970-an. Berbagai aktivitas malam baru kemudian ditambahkan secara resmi pada 2015 sebagai bagian dari pengajuan status International Dark Sky. Area taman ini beroperasi hingga pukul 22.00.

Dalam tur berburu kalajengking, ranger Jimmy Burch membagikan senter sinar ultraviolet (UV) kepada para peserta di Visitor Center. Kalajengking memiliki sifat biofluoresens, di mana tubuh mereka akan memancarkan cahaya kebiruan yang menyala jika terkena sinar UV. Burch mengimbau pengunjung untuk melangkah menjauh jika mendengar suara mendesis, meski ia memastikan belum pernah ada pengunjung yang tersengat selama tur berlangsung.

Meskipun akhir September menandai penghujung musim kalajengking sebelum hewan-hewan tersebut masuk ke fase dormansi di dalam lubang tanah selama musim dingin, rombongan berhasil menemukan seekor kalajengking kecil. Hewan berukuran beberapa inci itu tampak bersinar di bawah lampu UV dan tetap diam saat para peserta mengabadikan posisinya.

Mendayung Kayak di Sand Hollow State Park

Destinasi terakhir berada di Sand Hollow State Park yang terletak di Hurricane, Utah, sekitar 25 mil dari Zion National Park. Tempat ini terkenal dengan danau buatan (reservoir) luas yang dikelilingi tebing batuan merah.

Selama dua tahun terakhir, Sand Hollow State Park rutin mengadakan acara mendayung bersama saat bulan purnama setiap bulan pada musim panas, dari April hingga September. Kegiatan ini dimulai tepat saat bulan terbit sekitar pukul 19.00 di bawah panduan ranger Callie Mallow.

Di danau tersebut, puluhan pengunjung memanfaatkan fasilitas air hingga malam hari untuk berenang, memancing, hingga berlatih olahraga Ironman. Mallow menjelaskan bahwa satu sesi mendayung bulan purnama bisa diikuti hingga 30 kayak atau paddleboard sekaligus. Ia berharap program ini mampu memicu semangat petualangan sekaligus menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar.

Petualangan di malam hari membuktikan bahwa kegelapan dapat mengubah tempat-tempat yang sudah dikenal menjadi pengalaman yang sepenuhnya baru, sekaligus memberikan perspektif tersendiri saat menikmati alam bebas di bawah langit malam.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *