Perjalanan internasional secara global diproyeksikan bakal mencatatkan rekor tertinggi dengan jumlah kedatangan mencapai 1,57 miliar pelancong pada akhir 2026. Angka tersebut diperkirakan tetap melonjak di tengah tekanan biaya hidup masyarakat serta ketegangan konflik yang tengah berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Data tersebut disampaikan dalam laporan terbaru hasil kolaborasi antara World Travel Market dan lembaga riset Tourism Economics yang berada di bawah naungan Oxford Economics. Laporan itu mencatat bahwa laju pertumbuhan industri pelancongan akan terus terakselerasi hingga 2027 dan mempertahankan tren positif hingga 2032.
Proyeksi Pertumbuhan Wilayah dan Kecepatan Pemulihan
Managing Director EMEA di Tourism Economics, Dave Goodger, menjelaskan bahwa pergerakan pelancong pada 2026 tercatat lebih aktif dibandingkan periode-periode sebelumnya. Menurutnya, kegiatan berlibur tetap menjadi prioritas utama dalam alokasi anggaran konsumen, meskipun masyarakat harus menyesuaikan cara serta destinasi yang dituju sebagai respons atas gangguan ekonomi dan biaya hidup.
Ia juga menambahkan bahwa proses pemulihan sektor pariwisata dari berbagai krisis saat ini berlangsung sekitar dua kali lebih cepat dibandingkan dua dekade lalu. Seiring membaiknya situasi dan berkurangnya kendala perjalanan, angka kedatangan wisatawan internasional secara global diperkirakan meningkat sebesar 8 persen pada tahun mendatang.
Kawasan Timur Tengah diprediksi mencatatkan lonjakan kedatangan wisatawan terbesar hingga 43 persen pada 2027, setelah mengalami penurunan tajam akibat konflik sepanjang tahun ini. Sementara itu, wilayah Asia dan Oseania diperkirakan tumbuh 11 persen, Amerika Latin naik 7 persen, serta Afrika meningkat 6 persen. Kawasan Eropa diproyeksikan tumbuh 5 persen, sedangkan Amerika Utara mencatatkan kenaikan terendah sebesar 4 percent.
Pengeluaran Wisatawan dan Tren Pemanfaatan AI
Meskipun wisatawan sempat beralih ke destinasi yang lebih dekat dengan tempat tinggal hingga menekan volume perjalanan jarak jauh, sektor penerbangan jarak jauh diperkirakan bakal kembali pulih tahun depan. Di samping itu, tingkat pengeluaran wisatawan di lokasi tujuan tercatat mengalami kenaikan 9 persen dibandingkan tahun lalu, dengan total nilai mencapai US$7,8 triliun.
Laporan tersebut mengungkapkan bahwa tiga dari empat orang tetap menempatkan liburan tahunan sebagai prioritas penting. Selain itu, sebanyak 58 persen pelancong internasional melakukan perjalanan ke luar negeri dalam dua tahun terakhir khusus untuk menghadiri agenda tertentu, seperti festival budaya, perhelatan olahraga, maupun konser.
Terkait adopsi teknologi modern, mayoritas wisatawan telah memercayai kecerdasan buatan (AI) untuk membantu pencarian informasi dan rekomendasi tempat wisata. Namun, sebagian besar pelancong mengaku belum siap memberikan wewenang penuh kepada AI untuk menyelesaikan proses pemesanan tiket maupun akomodasi secara mandiri.








